Bandung World Cinema 2026 Digelar, Farhan Dorong Perfilman Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

BANDUNG, Faktaindonesianews.com – Pemerintah Kota Bandung menyambut positif penyelenggaraan Bandung World Cinema (BWC) 2026 sebagai bagian dari Pekan Kreatif Bandung. Festival film tersebut resmi digelar di Pendopo Kota Bandung pada Senin, 5 Oktober 2026.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai kehadiran BWC 2026 tidak sekadar menjadi agenda hiburan bagi masyarakat. Festival tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mengembangkan subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung.

Bacaan Lainnya

Menurut Farhan, penyelenggaraan Bandung World Cinema 2026 merupakan hasil gagasan yang telah dibicarakan sejak sekitar satu tahun sebelumnya bersama seniman sekaligus budayawan Pidi Baiq.

Setelah melalui proses pembahasan, penjajakan, dan pencarian berbagai kemungkinan, gagasan tersebut akhirnya dapat direalisasikan pada 2026 melalui kolaborasi sejumlah pihak, termasuk Falcon dan Panas Dalam.

“Ini sebuah hasil obrolan dari Ayah Pidi Baiq setahun yang lalu. Kita sempat keliling-keliling mencari berbagai macam alternatif dan akhirnya di tahun 2026 ini bisa terwujud berkat kolaborasi antara Falcon bersama dengan Panas Dalam,” ujar Farhan.

Pemkot Bandung Fokus Bangun Ekosistem Perfilman

Farhan mengatakan, pemerintah memiliki posisi penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan industri film. Namun, menurutnya, pemerintah tidak perlu mengambil alih peran para pelaku industri.

Pemerintah Kota Bandung lebih diarahkan menjadi regulator dan fasilitator, sementara aktivitas produksi dan kreativitas tetap berada di tangan pelaku industri.

Menurut Farhan, ekosistem perfilman setidaknya membutuhkan beberapa unsur utama, mulai dari pelaku industri, infrastruktur, suprastruktur, hingga dukungan masyarakat.

“Pelakunya sudah ada. Pemerintah kota ini regulator saja, enggak usah jadi pelaku. Selanjutnya infrastruktur, suprastruktur, dan yang terakhir tentunya adalah masyarakat,” katanya.

Keberadaan para pelaku kreatif yang sudah berkembang di Bandung menjadi modal penting bagi pemerintah untuk terus memperkuat industri perfilman lokal.

Melalui festival seperti BWC 2026, pemerintah berharap berbagai komunitas, sineas, pekerja kreatif, dan masyarakat dapat bertemu dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

BWC 2026 Jadi Jendela Melihat Perfilman Dunia

Selain menjadi ruang hiburan, Bandung World Cinema 2026 juga diharapkan membuka wawasan masyarakat terhadap perkembangan film dari berbagai negara.

Farhan menilai masyarakat Bandung memiliki tingkat apresiasi yang tinggi terhadap film. Kondisi tersebut menjadi modal sosial yang penting untuk membangun industri perfilman yang lebih berkelanjutan.

Menurutnya, masyarakat tidak hanya berperan sebagai penonton. Tingginya apresiasi terhadap karya film juga dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan para pembuat film dan industri kreatif di daerah.

“Ketika adanya BWC 2026, ini bukan hanya untuk mendapatkan hiburan atau menjadi jendela kita melihat dunia, tetapi juga untuk memastikan bahwa level of appreciation warga Bandung terhadap film masih sangat tinggi,” ujar Farhan.

Dengan adanya ruang apresiasi seperti BWC, masyarakat Bandung dapat menikmati karya dari berbagai latar budaya sekaligus mengenal lebih dekat perkembangan perfilman internasional.

Industri Film Punya Potensi Besar Ciptakan Lapangan Kerja

Farhan juga menyoroti sisi ekonomi dari perkembangan industri perfilman. Menurutnya, film merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang memiliki daya serap tenaga kerja cukup besar.

Produksi sebuah film tidak hanya membutuhkan aktor dan sutradara. Di belakang layar terdapat banyak profesi lain yang terlibat, seperti penata kamera, editor, penata suara, penata artistik, kru produksi, penata rias, hingga berbagai pekerja pendukung lainnya.

Artinya, semakin berkembang produksi film di Kota Bandung, semakin besar pula peluang terciptanya pekerjaan bagi masyarakat yang memiliki keterampilan di bidang kreatif.

“Kalau kita mulai dari sisi ekonomi, yang paling penting adalah penyediaan lapangan pekerjaan dari sektor industri kreatif subsektor film. Kita tahu daya serapnya cukup tinggi,” tutur Farhan.

Ia menambahkan, sebuah produksi film dapat melibatkan puluhan hingga ratusan orang sehingga dampak ekonominya tidak hanya dirasakan oleh pembuat film, tetapi juga berbagai sektor pendukung.

Pidi Baiq Ingin Tambah Pilihan Festival Film di Bandung

Steering Committee Bandung World Cinema 2026, Pidi Baiq, mengatakan penyelenggaraan festival tersebut diharapkan dapat menambah pilihan bagi masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap film.

Menurutnya, Bandung memiliki sejarah panjang dalam perkembangan seni dan budaya. Kota ini juga memiliki komunitas dan ekosistem yang mendukung pertumbuhan perfilman.

Karena itu, kehadiran BWC 2026 diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku industri film.

Festival tersebut juga diarahkan menjadi wadah bagi sineas muda Bandung untuk menunjukkan karya mereka.

Dengan demikian, BWC tidak hanya menghadirkan film dari luar negeri, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pembuat film lokal untuk mendapatkan ruang apresiasi.

Tiga Film Pendek Sineas Bandung Masuk Program BWC

Executive Director BWC 2026, Federica, menjelaskan bahwa rangkaian festival menghadirkan berbagai film internasional sekaligus memberikan ruang kepada film pendek karya pembuat film dari Bandung.

Pos terkait