Bandung World Cinema 2026 Digelar, Farhan Dorong Perfilman Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Sebagian film diputar melalui jaringan bioskop CGV, sementara beberapa program lainnya dapat diakses secara daring.

Menariknya, terdapat tiga karya filmmaker Bandung yang masuk dalam rangkaian program BWC 2026.

Bacaan Lainnya

Kehadiran karya lokal tersebut dinilai penting karena dapat menjadi bagian dari proses regenerasi pembuat film di Kota Bandung.

Federica berharap para sineas muda tidak berhenti pada produksi film pendek. Karya-karya tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan hingga mampu menghasilkan film dengan durasi dan skala produksi yang lebih besar.

“Memang kita ingin ada regenerasi-regenerasi filmmaker dari generasi sekarang menjadi generasi yang bisa bikin film panjang,” ujar Federica.

Keberhasilan Festival Tak Hanya Diukur dari Jumlah Penonton

Content Acquisition and Distribution Head CGV, Adhizeza Nandra, turut menyambut pelaksanaan Bandung World Cinema 2026.

Menurutnya, festival tersebut dapat menjadi sarana untuk memperluas akses masyarakat terhadap film berkualitas. Di sisi lain, kegiatan semacam ini juga berpotensi mendukung perkembangan jaringan bioskop di Kota Bandung.

Namun, keberhasilan sebuah festival film tidak semata-mata dapat dilihat dari jumlah penonton.

Federica mengatakan terdapat sejumlah indikator lain yang tidak kalah penting, seperti antusiasme masyarakat, ulasan terhadap film, euforia festival, serta keterlibatan komunitas perfilman.

Artinya, interaksi antara film, pembuat karya, penonton, dan komunitas menjadi bagian penting dalam membangun atmosfer festival.

Ada Talk Show dan Program In Conversation With

Bandung World Cinema 2026 tidak hanya menghadirkan pemutaran film. Panitia juga menyiapkan berbagai program pendukung yang memungkinkan masyarakat berinteraksi langsung dengan pelaku industri.

Di antaranya terdapat talk show dan sesi In Conversation With yang mempertemukan pelaku perfilman dengan masyarakat serta komunitas.

Program tersebut menjadi ruang diskusi mengenai berbagai aspek perfilman sekaligus memberikan kesempatan kepada penonton untuk mengenal lebih jauh proses kreatif di balik sebuah karya.

Bagi sineas muda, forum semacam ini juga dapat menjadi kesempatan untuk mendapatkan wawasan, membangun jaringan, serta bertukar pengalaman dengan pelaku industri yang lebih berpengalaman.

Bandung Ingin Lahirkan Lebih Banyak Talenta Film

Penyelenggaraan BWC 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Bandung sebagai salah satu kota yang memiliki ekosistem kreatif kuat di Indonesia.

Dengan mempertemukan film internasional, sineas lokal, komunitas, industri, pemerintah, dan masyarakat, festival ini diharapkan mampu menciptakan hubungan yang lebih erat di antara berbagai elemen perfilman.

Bagi Pemerintah Kota Bandung, perkembangan industri film bukan hanya persoalan seni dan hiburan. Sektor ini juga memiliki potensi ekonomi yang besar melalui penciptaan lapangan pekerjaan dan tumbuhnya berbagai usaha pendukung.

Pos terkait