Batas Aman Makan Telur dalam Seminggu, Jangan Berlebihan

Faktaindonesianews.com – Telur menjadi salah satu bahan makanan favorit banyak orang karena mudah diolah, murah, dan kaya nutrisi. Dalam satu butir telur terdapat protein berkualitas tinggi, vitamin B12, vitamin D, selenium, hingga kolin yang baik untuk tubuh dan otak. Namun, konsumsi telur sering dikaitkan dengan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung.

Lalu, sebenarnya berapa batas aman makan telur dalam seminggu?

Bacaan Lainnya

Menurut ahli dari IPB University, Zakiah Wulandari, kuning telur memang mengandung kolesterol cukup tinggi. Satu butir telur rata-rata memiliki sekitar 186 mg kolesterol, sementara batas konsumsi kolesterol harian yang dianjurkan berkisar 100–300 mg per hari.

Bagi orang dengan kondisi tertentu seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau penyakit jantung, konsumsi telur disarankan maksimal dua butir per minggu jika tetap mengonsumsi kuning telurnya. Namun, putih telur bisa dikonsumsi lebih banyak karena kaya protein dan rendah lemak.

Sementara itu, untuk orang sehat, konsumsi satu butir telur per hari masih dianggap aman dan tidak terbukti meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular bila dibarengi pola makan seimbang.

Pendapat serupa juga datang dari American Heart Association yang menyebut individu sehat umumnya aman mengonsumsi sekitar tujuh butir telur per minggu sebagai bagian dari pola makan sehat untuk jantung.

Faktor yang Menentukan Aman atau Tidaknya Konsumsi Telur

1. Kondisi kesehatan

Orang dengan hiperkolesterolemia atau kadar kolesterol LDL tinggi perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi telur. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi sangat disarankan agar jumlah konsumsi sesuai kondisi tubuh.

2. Pola makan sehari-hari

Jika seseorang juga sering mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh seperti daging merah, gorengan, atau makanan olahan, maka konsumsi telur sebaiknya dibatasi agar asupan kolesterol tidak berlebihan.

3. Cara mengolah telur

Cara memasak telur juga memengaruhi dampaknya bagi kesehatan.

Telur rebus, kukus, atau orak-arik dengan sedikit minyak dinilai lebih sehat dibanding telur goreng dengan mentega atau minyak berlebihan yang dapat meningkatkan lemak jenuh.

4. Faktor usia

Pada lansia dengan kadar kolesterol normal, konsumsi hingga dua telur per hari masih dinilai aman. Bahkan, kandungan protein dan vitamin B12 dalam telur sangat membantu menjaga fungsi saraf dan pembentukan sel darah merah seiring bertambahnya usia.

Nutrisi Telur Tetap Penting untuk Tubuh

Selain praktis dan lezat, telur memiliki banyak manfaat kesehatan. Kandungan proteinnya membantu pembentukan otot, sementara kolin berperan penting untuk fungsi otak dan kesehatan saraf.

Karena itu, telur tetap boleh dikonsumsi secara rutin selama tidak berlebihan dan diimbangi pola makan sehat yang kaya buah, sayur, biji-bijian, dan lemak baik.

Pos terkait