Jakarta, Faktaindonesianews.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah satu bentuk konkret komitmen itu diwujudkan dengan memberikan akses pembiayaan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi penyedia makanan dalam program ini.
Salah satu penerima manfaatnya adalah Engga, seorang supplier ikan asal Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Ia telah menekuni usaha pemasok ikan sejak 2015 dan kini dikenal sebagai salah satu penyuplai utama ikan di Pasar Kayu Agung.
“Awalnya saya punya beberapa kenalan petani ikan, lalu mulai jadi supplier kecil-kecilan. Lama-lama pelanggan bertambah dan usaha terus berkembang,” ungkap Engga, dalam keterangan tertulis, Minggu (13/7/2025).
Engga mencatat penjualan rata-rata lebih dari 700 kilogram ikan per hari, sebagian besar berupa ikan patin, yang menjadi jenis paling diminati di daerahnya. Dengan hadirnya Program MBG, usahanya mengalami peningkatan signifikan.
“Ada dua katering yang jadi vendor MBG dan sudah langganan beli ikan dari saya sejak lama. Sekarang mereka pesan bisa sampai 100 kg per stok,” jelasnya.
Namun, di balik kesuksesan itu, Engga mengakui tantangan paling besar yang dihadapi adalah soal modal usaha. Ia menyebut, dalam dunia pasar, sistem beli barang sering dilakukan secara kredit jangka pendek, dan hal itu membuat perputaran keuangan menjadi tantangan tersendiri.
“Kadang kami ambil barang dulu, bayar 2-3 hari kemudian. Kalau nggak begitu, ya nggak jalan,” ujarnya.
Solusinya datang ketika Engga mendapat informasi soal Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Ia telah dua kali memperoleh pinjaman KUR dari BRI, yang semuanya digunakan untuk menambah modal, membeli stok ikan, dan memperluas usahanya.
“Waktu itu ada petugas BRI yang survei ke rumah tetangga, lalu saya juga ditawari. Prosesnya gampang dan bunganya wajar. Akhirnya saya ambil dan bisa tambah stok,” tuturnya.
Engga menambahkan, pinjaman dari BRI sangat membantu memperkuat posisi bisnisnya, terutama dalam memenuhi permintaan besar dari vendor MBG.
“Saya senang dengan adanya program MBG ini. Bukan hanya membantu gizi anak-anak, tapi juga usaha kecil seperti saya. Harapannya, program ini terus berjalan dan makin luas manfaatnya,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa dukungan BRI terhadap pelaku UMKM dalam program MBG merupakan bentuk sinergi antara sektor perbankan dan pemerintah.
“Dukungan pembiayaan UMKM lewat program MBG ini menciptakan fondasi ekonomi yang berkelanjutan serta dampak sosial yang nyata, mulai dari peningkatan gizi masyarakat hingga pemberdayaan ekonomi lokal,” tegas Akhmad.
