Bio Farma Raih Sertifikat Halal untuk Enoxaparin Sodium, Obat Antikoagulan Pertama Berbahan Ovine di Indonesia

Bandung, Faktaindonesianews.com – Menandai langkah penting dalam memperluas akses obat antikoagulan halal bagi masyarakat, PT Bio Farma resmi meraih Sertifikat Halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk produk Enoxaparin Sodium.

Obat ini digunakan untuk mencegah dan mengatasi pembekuan darah (tromboemboli), termasuk pada pasien dengan penyakit jantung koroner, antiphospholipid syndrome (APS) pada ibu hamil, hingga meningkatkan keberhasilan program bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF).

Bacaan Lainnya

Selama ini, Enoxaparin Sodium di pasaran umumnya berbahan baku porcine (non-halal), sehingga menjadi kendala bagi sebagian masyarakat. Sejak 2022, Bio Farma mulai mengembangkan dan memproduksi Enoxaparin Sodium berbahan baku ovine (domba) yang terjamin halal.

“Sertifikasi halal ini bukan hanya bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga jawaban atas harapan masyarakat yang membutuhkan terapi antikoagulan dengan jaminan halal,” kata Ketua Komite Halal Bio Farma, Erman Tritama, Kamis (14/8/2025).

Menurut Erman, produk ini menjadi pelopor Enoxaparin Sodium halal di Indonesia. Selain itu, obat tersebut terbukti aman dan efektif berdasarkan uji klinis yang dilaksanakan bersama tiga rumah sakit besar nasional.

“Ini memastikan pasien mendapatkan kualitas terapi optimal dengan standar keamanan tinggi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Erman menyebut pencapaian ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya dalam peningkatan layanan kesehatan berkualitas, terjangkau, serta mendukung kemandirian farmasi nasional.

“Langkah ini menegaskan peran strategis BUMN dalam menjaga ketahanan kesehatan dan mengurangi ketergantungan pada impor, sehingga masyarakat dapat mengakses obat strategis yang sesuai kebutuhan medis dan prinsip halal,” ujarnya.

Ke depan, Bio Farma akan memperluas distribusi Enoxaparin Sodium halal ke seluruh fasilitas layanan kesehatan di Indonesia, termasuk untuk pasien jantung koroner, ibu hamil dengan sindrom antifosfolipid, hingga peserta program bayi tabung.

Dengan sertifikat halal ini, Indonesia kini memiliki akses lebih luas terhadap terapi antikoagulan yang aman, efektif, dan sesuai prinsip syariah.

Pos terkait