Faktaindonesianews.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya dalam mendukung kedaulatan Rupiah dan inklusi keuangan di wilayah perbatasan negara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Unit Kerja Money Changer di PLBN Motaain pada Rabu, 15 April 2026.
Kehadiran layanan penukaran valuta asing tersebut menjadi langkah strategis BRI dalam mendukung aktivitas transaksi lintas negara yang semakin berkembang di kawasan perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste.
Direktur Treasury & International Banking BRI, Farida Thamrin menjelaskan bahwa PLBN Motaain merupakan salah satu titik strategis dengan aktivitas mobilitas masyarakat dan transaksi lintas negara yang cukup tinggi.
Menurutnya, kebutuhan layanan valuta asing di kawasan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, pelaku usaha, maupun perdagangan lintas batas.
Melalui layanan money changer resmi yang dihadirkan di PLBN Motaain, BRI memastikan transaksi valuta asing dapat dilakukan secara aman, resmi, dan terintegrasi dengan sistem perbankan nasional.
Farida menegaskan bahwa langkah tersebut tidak hanya mendukung kelancaran transaksi lintas negara, tetapi juga membantu menjaga peredaran Rupiah tetap terkendali melalui jalur formal.
Selain memperkuat aspek transaksi, kehadiran layanan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan agar semakin produktif dan memiliki daya saing lebih baik.
PLBN Motaain sendiri berada di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Kawasan ini menjadi salah satu simpul utama aktivitas lintas negara yang menjalankan fungsi keimigrasian, kepabeanan, karantina, keamanan, serta administrasi pengelolaan secara terpadu.
Karena posisinya yang strategis, PLBN Motaain memiliki peran penting dalam mendukung perdagangan dan mobilitas masyarakat antara Indonesia dan Timor Leste.
Peresmian layanan money changer tersebut turut dihadiri Asisten Deputi Potensi Perbatasan Darat Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Topri Daeng Balaw, jajaran BRI, unsur TNI dan Polri, pegawai PLBN, pelaku UMKM, hingga masyarakat setempat.
Farida menambahkan bahwa layanan money changer di kawasan perbatasan juga terintegrasi dengan ekosistem layanan BRI lainnya, mulai dari akses pembiayaan, layanan transaksi perbankan, hingga pemberdayaan UMKM.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat perbatasan sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas bagi pelaku UMKM lokal.
Sejalan dengan penguatan layanan di PLBN Motaain, BRI sebelumnya juga telah menghadirkan unit kerja money changer di sejumlah kawasan perbatasan lainnya, termasuk di Badau, Kalimantan Utara.
Secara nasional, kinerja layanan money changer BRI juga menunjukkan pertumbuhan positif. Sepanjang tahun 2025, volume transaksi money changer BRI tercatat meningkat sekitar 39,7 persen secara tahunan (YoY).
Peningkatan tersebut mencerminkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transaksi valuta asing yang aman dan terpercaya, terutama di wilayah dengan aktivitas perdagangan dan mobilitas internasional yang tinggi.
BRI menegaskan akan terus memperluas jangkauan layanan keuangan hingga ke daerah-daerah strategis, termasuk kawasan perbatasan negara. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat inklusi keuangan sekaligus mendukung pemerataan pembangunan ekonomi nasional.
