Faktaindonesianews.com – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago memastikan pemerintah Indonesia terus berupaya mengamankan keselamatan serta pembebasan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.
Dalam keterangan tertulis yang disampaikan Rabu (20/5/2026), Djamari menegaskan pemerintah akan menggunakan berbagai jalur diplomatik dan komunikasi internasional untuk melindungi para WNI tersebut.
“Pemerintah akan menempuh seluruh jalur diplomatik, hukum, dan komunikasi internasional yang tersedia dengan tetap mengedepankan perlindungan keselamatan WNI, kebebasan pers, serta prinsip-prinsip kemanusiaan,” ujar Djamari.
Pemerintah Dukung Sikap Kemenlu RI
Djamari juga menyatakan dukungan terhadap langkah dan pernyataan Menteri Luar Negeri RI, Sugiono bersama sejumlah negara yang mengecam tindakan militer Israel terhadap Armada Global Sumud Flotilla 2.0.
Menurutnya, tindakan pencegatan kapal kemanusiaan dan penahanan relawan sipil bertentangan dengan prinsip kemanusiaan internasional.
“Kemenko Polkam mendorong penguatan koordinasi lintas instansi termasuk menjalin komunikasi melalui negara sahabat dan organisasi internasional,” katanya.
Masyarakat Diminta Tetap Tenang
Pemerintah juga mengimbau masyarakat Indonesia tetap tenang dan terus mengikuti perkembangan melalui informasi resmi pemerintah.
Djamari menegaskan perlindungan terhadap WNI menjadi prioritas utama negara, termasuk terhadap WNI lain yang saat ini masih menghadapi situasi darurat di luar negeri.
“Negara akan terus memastikan perlindungan dan keselamatan WNI sebagai prioritas utama. Komitmen ini juga termasuk di dalamnya upaya penyelamatan dan pembebasan empat WNI yang disandera di perairan Somalia sejak akhir April lalu,” ujarnya.
Sembilan WNI Dilaporkan Ditahan Israel
Sementara itu, Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang mengungkapkan hingga Rabu pagi seluruh relawan WNI yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) telah ditahan pihak Israel.
“Berdasarkan informasi terkini pukul 07.13 WIB, sembilan WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia yang tergabung dalam misi GSF 2.0 semuanya dilaporkan telah ditangkap Israel,” ujar Yvonne dalam pernyataannya.
Kasus tersebut kini menjadi perhatian pemerintah Indonesia di tengah meningkatnya tensi konflik dan aksi solidaritas internasional terhadap situasi kemanusiaan di kawasan Gaza.
