Faktaindonesianews.com – BYD Motor Indonesia semakin memperkuat komitmennya terhadap industri otomotif nasional dengan merakit tiga model kendaraan di pabriknya yang berlokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Tiga model yang kini diproduksi di Indonesia tersebut adalah BYD M6 EV, BYD M6 DM, dan BYD Atto 1. Kehadiran produksi lokal ini menjadi bagian dari kewajiban BYD setelah sebelumnya mendapatkan fasilitas insentif impor kendaraan utuh atau Completely Built Up (CBU) hingga akhir 2025.
Informasi mengenai produksi lokal BYD di Subang tersebut disampaikan Head of Marketing, PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Rabu, 5 Agustus 2026.
“Saat ini kita masih mengalkulasi karena fasilitas kami ini, selain memproduksi BYD M6 DM, dia juga memproduksi BYD M6 EV dan juga Atto 1, dan akan dimanfaatkan juga beberapa produk lainnya,” ujar Luther.
BYD M6 EV Dirakit di Indonesia
Salah satu model yang kini masuk dalam produksi lokal adalah BYD M6 EV. Mobil ini merupakan MPV listrik murni yang pertama kali dipasarkan BYD di Indonesia pada 2024.
BYD memperkenalkan versi penyegaran M6 EV pada 29 Juli 2026 dalam ajang GIIAS 2026. Perusahaan menyebut versi terbaru tersebut diproduksi sepenuhnya di Indonesia.
Pembaruan terbesar terdapat pada sistem penggerak. BYD M6 EV varian Standard kini menggunakan baterai berkapasitas 58 kWh, meningkat dari sebelumnya 55,4 kWh.
Motor listriknya menghasilkan tenaga maksimal 150 kW dengan torsi 310 Nm. BYD mengklaim mobil tersebut mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 kilometer per jam dalam waktu 7,9 detik.
Jarak tempuh yang diklaim mencapai 450 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Selain sektor performa, pembaruan juga menyasar bagian interior. M6 EV kini menggunakan panel instrumen Full LCD berukuran 10,25 inci. Tuas transmisi juga menggunakan model column shifter yang ditempatkan di belakang kemudi.
BYD M6 DM Jadi PHEV Pertama BYD di Indonesia
Model kedua yang dirakit di pabrik Subang adalah BYD M6 DM. Mobil ini menjadi kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) pertama BYD untuk pasar Indonesia.
BYD memperkenalkan M6 DM pada Mei 2026 sebelum resmi meluncurkannya pada 12 Juni 2026.
Berbeda dengan M6 EV yang sepenuhnya mengandalkan motor listrik, M6 DM menggunakan kombinasi mesin pembakaran internal dan sistem elektrifikasi.
Secara desain, M6 DM memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan M6 EV. Perbedaan tersebut antara lain terdapat pada bagian kap depan, gril, desain pelek, keberadaan emblem PHEV, hingga sistem pembuangan.
M6 DM juga tidak dilengkapi sunroof. Sementara posisi tuas perseneling dipindahkan ke sisi kanan kemudi.
Harga BYD M6 DM
Saat pertama diluncurkan, harga BYD M6 DM berada pada kisaran Rp298 juta hingga Rp390 juta.
Respons konsumen terhadap kendaraan PHEV tersebut juga cukup positif. Hingga akhir Juli 2026, BYD mencatat pesanan M6 DM telah menembus lebih dari 4.000 unit dari berbagai wilayah Indonesia.
BYD Atto 1 Jadi Mobil Listrik Termurah
Selain dua model M6, pabrik BYD di Subang juga memproduksi BYD Atto 1.
Mobil listrik berjenis city car tersebut menjadi salah satu model dengan harga paling terjangkau dalam jajaran produk BYD di Indonesia.
Atto 1 mendapatkan penyegaran pada Mei 2026. Pada saat yang sama, BYD memperkenalkan varian baru STD yang resmi meluncur pada 15 Mei 2026.
Daftar Harga BYD Atto 1
Berikut daftar harga BYD Atto 1:
- Atto 1 STD: Rp199 juta
- Atto 1 Dynamic: Rp210 juta
- Atto 1 Premium: Rp245 juta
Penyegaran dilakukan pada seluruh varian. Salah satunya berupa penggunaan electronic column shifter dan new center console.
Varian STD mendapatkan sejumlah fitur seperti rear view camera, steering wheel tilt adjustment, layar infotainment 10,1 inci, pelek 15 inci dengan wheel cover, serta lampu halogen projector.
Sementara varian Dynamic mendapatkan tambahan electric folding mirror dan electric driver seat adjustment enam arah.
Adapun varian Premium menjadi versi dengan fitur paling lengkap. Mobil tersebut dibekali panoramic image dan layar infotainment berukuran 12,8 inci.
Produksi Lokal BYD Perkuat Industri Otomotif Indonesia
Produksi BYD M6 EV, M6 DM, dan Atto 1 di Subang menunjukkan semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai basis produksi kendaraan listrik.
BYD menyatakan kendaraan yang diproduksi di Subang telah memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40 persen.
Selain tiga model tersebut, fasilitas produksi BYD di Subang juga disiapkan untuk memproduksi beberapa produk lainnya pada masa mendatang.
Langkah tersebut sekaligus memperluas kontribusi BYD terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan industri komponen dalam negeri.
Penjualan BYD Atto 1 Tembus 22.500 Unit
Dari sisi pasar, BYD Atto 1 menjadi salah satu model penting bagi perusahaan di Indonesia.
Sepanjang 2025, BYD mencatat penjualan Atto 1 telah mencapai lebih dari 22.500 unit di Indonesia. Angka tersebut membuat Atto 1 menjadi salah satu kendaraan listrik dengan penjualan tertinggi di pasar nasional.
Dengan produksi lokal yang kini mencakup tiga model, BYD memiliki peluang memperkuat penetrasi kendaraan listrik di Indonesia sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi dan produksi.






