CENTCOM Klaim Bomber B-2 Hancurkan Fasilitas Rudal Iran, IRGC Disebut “Kehilangan Markas”

CENTCOM Klaim Bomber B-2 Hancurkan Fasilitas Rudal Iran, IRGC Disebut “Kehilangan Markas”

Faktaindonesianews.com – Pusat Komando Militer Amerika Serikat, United States Central Command (CENTCOM), mengklaim berhasil menghancurkan fasilitas rudal balistik Iran dalam serangan pada Minggu (1/3). Operasi tersebut disebut menggunakan jet pengebom siluman Northrop B-2 Spirit yang membawa bom seberat 907 kilogram.

Melalui unggahan di akun resminya di platform X, CENTCOM menyatakan serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer lanjutan terhadap target strategis Iran. Media Middle East Monitor melaporkan bahwa pengerahan B-2 kali ini menjadi penggunaan kedua dalam kurun waktu kurang dari setahun.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, pada Juni tahun lalu, AS juga menggunakan B-2 untuk menyerang fasilitas nuklir Iran di Natanz Nuclear Facility, Fordow Fuel Enrichment Plant, dan Isfahan Nuclear Technology Center.

Serangan terbaru ini disebut sebagai bagian dari operasi gabungan AS dan Israel yang menargetkan infrastruktur militer Iran. Dalam rangkaian operasi tersebut, sejumlah pejabat tinggi Iran dilaporkan tewas, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Dalam pernyataan terpisah yang dikutip Agence France-Presse, CENTCOM juga mengklaim telah menghancurkan markas besar Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

“Amerika kini memiliki militer terkuat di dunia, dan IRGC tidak lagi memiliki markas besar,” demikian pernyataan resmi tersebut.

CENTCOM turut merilis video yang memperlihatkan peluncuran rudal dari kapal perang AS yang menghantam sebuah kompleks bangunan di tengah kota. Dalam unggahan yang sama, mereka menyebut IRGC telah bertanggung jawab atas kematian lebih dari 1.000 warga Amerika dalam 47 tahun terakhir.

“Kemarin serangan besar-besaran AS telah memenggal kepala ular tersebut,” tulis CENTCOM.

Eskalasi ini memperlihatkan konflik AS–Iran memasuki fase yang semakin intens dan terbuka. Penggunaan bomber strategis B-2 serta klaim penghancuran fasilitas penting Iran menunjukkan peningkatan signifikan dalam skala dan dampak operasi militer yang sedang berlangsung.

Pos terkait