China U-23 Singkirkan Vietnam, Liu Haofan: Mereka Meremehkan Kami

China U-23 Singkirkan Vietnam, Liu Haofan: Mereka Meremehkan Kami

Faktaindonesianews.com – Timnas China U-23 tampil mengejutkan dengan menyingkirkan Vietnam pada babak semifinal Piala Asia U-23 2026. Skuad berjuluk Naga Muda menang telak 3-0, sekaligus mematahkan ambisi Vietnam untuk kembali melaju ke final seperti yang mereka lakukan delapan tahun lalu.

Kemenangan ini terasa spesial karena datang di tengah keraguan publik terhadap China. Sebelum semifinal, China hanya mampu mencetak satu gol dari empat pertandingan, sementara Vietnam tampil tajam dengan delapan gol, termasuk performa meyakinkan di fase grup dan perempat final.

Bacaan Lainnya

Namun di laga krusial, segalanya berbalik arah.

Vietnam Tumpul, China Meledak

Vietnam yang dikenal agresif justru tampil buntu sepanjang pertandingan. Lini serang Golden Star Warriors gagal menembus pertahanan rapat China yang kembali tampil disiplin dan tenang.

Sebaliknya, China menunjukkan efektivitas luar biasa. Tiga gol yang tercipta menandai lonjakan tajam daya serang, sekaligus membuktikan bahwa statistik di fase awal turnamen tak selalu mencerminkan kekuatan sesungguhnya.

Bek tengah China, Liu Haofan, menyebut kemenangan ini tak lepas dari perbedaan cara pandang kedua tim sebelum pertandingan.

“Vietnam meremehkan kami dan memperlakukan kami seolah kami adalah tim yang lemah. Sebaliknya, kami menganggap semua lawan sebagai tim yang kuat,” ujar Haofan, dikutip dari VNExpress.

Pernyataan itu menggambarkan betapa mentalitas dan kesiapan psikologis menjadi faktor pembeda di laga semifinal.

Clean Sheet Jadi Kekuatan Utama China

Kemenangan atas Vietnam juga memperpanjang catatan impresif China di turnamen ini. Sejak laga pertama Piala Asia U-23 2026, China belum pernah kebobolan satu gol pun.

Menariknya, Haofan menegaskan rekor clean sheet tersebut bukan hanya hasil kerja barisan belakang atau kiper Li Hao, melainkan buah dari kerja kolektif seluruh tim.

“Ini bukan hanya soal bek dan kiper. Para penyerang seperti Wang Yudong dan Behram Abduweli juga bekerja keras, begitu juga semua pemain di tim,” tegasnya.

Pernyataan itu menegaskan identitas China sebagai tim dengan organisasi permainan solid, di mana setiap pemain berkontribusi dalam bertahan maupun menyerang.

Final Pertama, Tantangan Terbesar Menanti

Kemenangan ini mengantar China U-23 ke final Piala Asia U-23 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Di partai puncak, mereka akan menghadapi Jepang, tim yang dikenal konsisten dan memiliki tradisi kuat di level usia muda.

Haofan menyadari tantangan besar menanti, namun menegaskan kesiapan timnya untuk tampil habis-habisan.

“Kami akan berusaha bermain sebaik mungkin dan berjuang keras di setiap menit pertandingan,” katanya.

Pos terkait