Dedi Mulyadi Apresiasi Reformasi Polri di Hari Bhayangkara ke-80, Nilai Kepercayaan Publik Terus Meningkat

Faktaindonesianews.com, Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan apresiasi terhadap berbagai langkah pembenahan yang terus dilakukan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, reformasi internal yang dijalankan Polri menunjukkan hasil positif, salah satunya tercermin dari meningkatnya tingkat kepuasan publik terhadap institusi tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Dedi saat menghadiri peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menilai Polri merupakan institusi negara yang memiliki hubungan paling dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Bacaan Lainnya

Menurut Dedi, kedekatan tersebut membuat Polri menjadi lembaga yang paling sering menerima berbagai kritik, masukan, hingga keluhan langsung dari masyarakat. Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut justru menjadi bagian dari dinamika pelayanan publik yang harus terus dijalani dengan sikap terbuka.

Ia mengatakan bahwa Polri selama ini terus menunjukkan komitmen dalam melakukan reformasi internal, termasuk memperbaiki sistem pelayanan dan meningkatkan profesionalisme personel di lapangan. Berbagai kritik yang datang dari masyarakat, menurutnya, tidak dipandang sebagai hambatan, melainkan dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja institusi.

Dedi menilai sikap terbuka terhadap kritik menjadi salah satu faktor penting yang mendorong meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada Polri. Ia mengapresiasi kesabaran aparat kepolisian dalam menghadapi berbagai sorotan publik sembari tetap menjalankan tugas memberikan pelayanan dan menjaga keamanan.

Menurutnya, hasil pembenahan tersebut mulai terlihat melalui peningkatan tingkat kepuasan masyarakat berdasarkan survei yang dirilis Litbang Kompas. Dalam survei tersebut, tingkat kepuasan publik terhadap Polri meningkat dari 65,1 persen pada 2025 menjadi 67,6 persen pada 2026.

Dedi menilai kenaikan angka tersebut menjadi indikator bahwa proses reformasi yang dilakukan secara berkelanjutan telah memberikan dampak positif terhadap persepsi masyarakat. Ia menyebut peningkatan tersebut merupakan cerminan dari upaya pembenahan yang terus berjalan di berbagai lini organisasi Polri.

Selain menyoroti hasil survei, Dedi juga membagikan pengalamannya selama menjalin komunikasi dengan Kapolda Jawa Barat, Komjen Pol Rudi Setiawan. Ia mengaku koordinasi yang terjalin selama ini berlangsung dengan cepat dan efektif, terutama ketika menerima laporan masyarakat terkait gangguan keamanan.

Menurut Dedi, berbagai laporan mengenai aksi premanisme, balapan liar, geng motor, hingga tawuran antarpelajar kerap ia teruskan langsung kepada Kapolda melalui pesan singkat. Respons yang diberikan, kata dia, berlangsung cepat sehingga berbagai permasalahan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti oleh jajaran kepolisian.

Ia menilai sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan kepolisian menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Jawa Barat. Kolaborasi tersebut juga dinilai mampu memberikan rasa aman yang lebih baik bagi warga.

Meski memberikan apresiasi terhadap capaian Polri, Dedi mengingatkan agar institusi kepolisian tidak cepat merasa puas dengan hasil survei yang menunjukkan peningkatan kepercayaan publik. Menurutnya, masih terdapat berbagai tantangan yang harus terus dibenahi agar pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas.

Ia berharap hasil survei tersebut dijadikan sebagai motivasi untuk terus melakukan evaluasi dan inovasi dalam meningkatkan profesionalisme aparat kepolisian. Dengan demikian, pelayanan publik yang diberikan Polri dapat terus berkembang dan mampu menjawab harapan masyarakat di masa mendatang.

Pos terkait