Jakarta, Faktaindonesianews.com – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk), Hery Gunardi, menunjukkan performa memukau sejak resmi memimpin BRI pada Maret 2025. Meski terbilang baru, Hery dinilai mampu melanjutkan estafet kepemimpinan dengan solid dan membawa BRI ke arah transformasi yang semakin progresif.
Keberhasilannya terbukti lewat penghargaan Best Transformational Leader in 2025 dalam ajang CNBC Indonesia Awarding Night 2025, sebuah acara apresiasi bagi pelaku industri yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam momentum tersebut, Hery menegaskan komitmennya untuk menjaga DNA kerakyatan BRI. Menginjak usia hampir 130 tahun, BRI terus memperkuat langkah transformasi yang fokus pada penguatan ekosistem UMKM dan perluasan bisnis yang mampu menjawab tantangan jangka panjang.
Transformasi ini tidak hanya bersandar pada inovasi digital, tetapi juga melibatkan perubahan menyeluruh pada cara kerja dan model bisnis.
Sebagai pemimpin bank dengan jaringan terluas dan nasabah yang kini mencapai lebih dari 160 juta, Hery memahami besarnya skala operasional BRI.
Dominasi pembiayaan UMKM dan posisi strategis dalam ekosistem ultra mikro menuntut figur visioner yang mampu menjaga keseimbangan antara digitalisasi, pemberdayaan rakyat, dan tata kelola perusahaan.
Untuk menjawab tuntutan tersebut, Hery mengusung strategi transformasi “BRIVolution Reignite”, sebuah fase baru yang berfokus pada upaya menyalakan kembali BRIVolution. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan kekuatan historis BRI sebagai landasan untuk membangun bank yang lebih inklusif, adaptif, modern, dan berkelanjutan. Transformasi ini berdiri di atas tiga pilar strategis.
Pertama, penguatan fondasi bisnis mikro dan UMKM sebagai inti utama bisnis BRI. Kedua, digitalisasi menyeluruh untuk menghadirkan layanan yang cepat, aman, dan terintegrasi. Ketiga, transformasi budaya kerja, yang diarahkan untuk menciptakan organisasi yang lincah, produktif, kompetitif, dan berbasis kinerja.
BRI juga terus digerakkan menjadi pilar ekonomi nasional dari pusat hingga pelosok. Transformasi ini menghadirkan BRI sebagai jembatan antara identitas bank kerakyatan dengan tuntutan masa depan yang menuntut digitalisasi, manajemen risiko yang lebih kuat, serta tata kelola yang lebih kokoh. Meski demikian, Hery menegaskan bahwa DNA kerakyatan BRI tidak akan pernah tergeser, karena teknologi hanyalah alat untuk menghadirkan nilai lebih besar bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Hery menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. “Tentunya terima kasih Pak Chairul Tanjung atas penghargaannya untuk BRI. Luar biasa hari ini kami menerima tiga award, dan ini adalah bukti kerja keras lebih dari 129 ribu karyawan BRI di seluruh Indonesia.
Award ini milik mereka dan para nasabah setia,” ujarnya, Kamis (11/12/2025). Ia menambahkan bahwa BRI akan terus berfokus pada UMKM, kredit mikro, serta tetap memperkuat sektor consumer, commercial, dan corporate banking.






