CIAMIS, Faktaindonesianews.com — Pemerintah Kabupaten Ciamis kembali menegaskan komitmennya terhadap ketahanan pangan dengan membuka kegiatan Rembug Utama dan Expo KTNA 2025 yang berlangsung di Lapangan Bungursari, Desa Margaharja, Kecamatan Sukadana, Selasa (8/7/2025).
Kegiatan yang diikuti oleh 1.500 peserta ini menampilkan 27 stan hasil pertanian unggulan dari seluruh kecamatan, serta dihadiri unsur Forkopimda dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menekankan pentingnya meningkatkan produktivitas pertanian guna mencapai swasembada pangan.
Ia menyampaikan apresiasinya kepada para petani Ciamis yang dinilai berperan besar dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya saat pandemi Covid-19 melanda.
“Saat pandemi, para petani tetap ke sawah dan kebun ketika sektor lain terpukul. Itu membuktikan pertanian Ciamis tangguh,” ujar Herdiat.
Bupati juga menyoroti potensi pertanian di wilayah selatan Ciamis, terutama di Kecamatan Purwadadi dan Lakbok yang memiliki lahan sawah seluas 6.000 hektare. Menurutnya, intensifikasi dan ekstensifikasi lahan lebih dibutuhkan dibanding mencetak sawah baru.
Namun demikian, permasalahan pengairan masih menjadi kendala utama. Banjir di musim hujan dan kekeringan saat kemarau menghambat hasil panen.
Untuk itu, Pemkab telah mengalokasikan anggaran Rp 7 miliar untuk program pompanisasi, meski Herdiat mengakui upaya itu belum cukup.
“Kami minta dukungan pemerintah pusat melalui KTNA Nasional agar dilakukan normalisasi sungai. Kalau itu bisa dilakukan, petani bisa panen tiga kali dalam setahun, dan Ciamis bisa swasembada pangan,” jelasnya.
Selain padi, Herdiat juga mengungkapkan potensi sektor lain seperti ikan, jagung, dan daging ternak. Ciamis bahkan disebut sebagai penyuplai daging terbesar kedua di Jawa Barat.
Expo KTNA 2025 menjadi panggung promosi sekaligus edukasi. Para petani dan pelaku usaha memamerkan produk unggulan, inovasi teknologi pertanian, serta produk UMKM lokal. Gelaran ini juga membuka akses kolaborasi antarpetani dan pemangku kepentingan pertanian di daerah.
