Faktaindonesianews.com, Bandung – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa keikutsertaan Kota Bandung dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XXV Jawa Barat 2026 tidak hanya berorientasi pada perolehan medali. Pemerintah Kota Bandung juga menempatkan pembinaan atlet, sportivitas, dan keselamatan pertandingan sebagai prioritas utama.
Farhan menyampaikan arahan tersebut kepada jajaran Panitia Besar Porprov Kota Bandung di Auditorium Rosada, Rabu (21/10/2026). Ia berharap kontingen Kota Bandung mampu meraih gelar juara dan merebut posisi terbaik dari Kabupaten Bekasi melalui kompetisi yang sehat dan menjunjung tinggi nilai-nilai olahraga.
“Saya tentu sangat berharap Kota Bandung bisa jadi juara, merebut dari Bekasi tapi dengan cara yang baik. Bukan dengan cara yang tidak baik. Jadi, mesti ada sportivitas yang tinggi,” kata Farhan.
Menurutnya, ambisi meraih prestasi harus berjalan seiring dengan komitmen menjaga integritas dalam pertandingan. Porprov bukan sekadar ajang persaingan antardaerah, melainkan bagian penting dari pembinaan olahraga yang berkelanjutan.
Porprov Jadi Bagian Pembinaan Atlet Nasional
Farhan menjelaskan, penyelenggaraan Porprov memiliki peran strategis dalam mendukung sistem pembinaan olahraga nasional. Karena itu, seluruh perangkat daerah dan pihak yang terlibat perlu menjalankan tanggung jawabnya sesuai ketentuan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional.
Ia menilai olahraga tidak hanya berfungsi meningkatkan kemampuan fisik, tetapi juga membentuk karakter, mental, kedisiplinan, dan intelektualitas generasi muda. Pembinaan yang konsisten diharapkan mampu melahirkan atlet berprestasi sekaligus mendorong masyarakat semakin aktif berolahraga.
Selain itu, prestasi di tingkat provinsi dapat membuka jalan bagi atlet untuk meniti karier profesional di bidang olahraga. Dengan demikian, keberhasilan Porprov perlu diukur dari kualitas pembinaan dan dampak jangka panjangnya, bukan hanya jumlah medali yang diperoleh.
Keselamatan Atlet Harus Sejalan dengan Target Prestasi
Di samping mengejar prestasi, Farhan meminta panitia memastikan keselamatan atlet selama pertandingan. Ia secara khusus menyoroti cabang olahraga lari lintas alam atau trail running yang memiliki risiko cukup tinggi.
Menurutnya, panitia perlu menyiapkan jalur perlombaan, kelengkapan teknis, serta langkah mitigasi untuk menghadapi kemungkinan keadaan darurat. Persiapan tersebut penting agar atlet dapat bertanding secara kompetitif tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
“Kompetisi nomor satu, safety nomor satu juga. Ini soalnya risikonya tidak rendah sama sekali. Prestasi dan safety itu sama pentingnya,” jelasnya.
Farhan menegaskan, peluang meraih medali tidak boleh membuat penyelenggara mengesampingkan perlindungan terhadap atlet. Oleh sebab itu, kesiapan teknis dan pengelolaan risiko harus menjadi bagian dari perencanaan setiap cabang olahraga.
Ia juga mengingatkan panitia agar mengantisipasi potensi gesekan antarkontingen. Pengaturan tempat menginap, penempatan peserta, serta koordinasi antarpihak perlu dilakukan secara cermat untuk menjaga suasana pertandingan tetap kondusif.
Venue, Transportasi, dan Fasilitas Kontingen Dipersiapkan
Dalam arahannya, Farhan turut meminta panitia memastikan kesiapan seluruh kebutuhan penyelenggaraan, mulai dari venue pertandingan, penginapan, transportasi, hingga kelengkapan kontingen Kota Bandung.
Ia menekankan pentingnya memastikan fasilitas yang digunakan memenuhi ketentuan, termasuk aspek perizinan dan kewajiban perpajakan. Apabila terdapat hal yang perlu ditindaklanjuti, panitia diminta berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait, termasuk Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
Kesiapan tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran pertandingan sekaligus menciptakan penyelenggaraan Porprov yang tertib dan profesional. Koordinasi yang baik antara panitia, perangkat daerah, serta pengurus cabang olahraga juga menjadi faktor penting untuk mencegah kendala selama kompetisi.
Pemkot Bandung Siapkan Apresiasi bagi Atlet Berprestasi
Sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras atlet, Farhan meminta jajaran terkait menyiapkan anggaran khusus untuk bonus bagi atlet yang berhasil meraih prestasi.
Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap atlet yang telah menjalani proses pembinaan, berlatih secara konsisten, dan membawa nama Kota Bandung dalam kompetisi tingkat provinsi.
Ia berharap seluruh kontingen dapat bekerja sama untuk mencapai dua sasaran sekaligus, yakni keberhasilan sebagai penyelenggara dan pencapaian prestasi olahraga.
“Saya sangat mengharapkan bahwa seluruh kontingen Kota Bandung bisa bekerja bersama-sama, karena kita tidak hanya sukses penyelenggara tetapi juga sukses dalam bentuk prestasi,” ujarnya.
Farhan optimistis, melalui persiapan yang matang dan kolaborasi seluruh pihak, Kota Bandung dapat menghadapi Porprov XXV Jawa Barat 2026 dengan baik. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh posisi akhir klasemen, tetapi juga oleh kualitas pembinaan atlet, keselamatan pertandingan, serta sportivitas yang dijunjung seluruh kontingen.






