Bogor, Faktaindonesianews.com – Program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor dalam rangka Kabogorfest 2025 kembali disambut antusias masyarakat.
Sejak pagi, ratusan warga memadati area GPM untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga di bawah pasaran.
Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan DKP Kabupaten Bogor, Sutriana, menyebutkan bahwa dalam waktu kurang dari dua jam, seluruh komoditas langsung habis diserbu warga.
“Antusiasme masyarakat luar biasa. Kami bawa sekitar 5 ton komoditas dan langsung diserbu,” ujarnya, Sabtu (21/6/2025).
GPM menghadirkan bahan pangan strategis seperti beras, minyak goreng, gula, telur, cabai, dan bawang, yang dijual lebih murah dari harga pasar.
Program ini dinilai sangat membantu masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan yang terjadi belakangan ini.
Selama 2025, DKP Kabupaten Bogor menargetkan pelaksanaan hampir 500 kali GPM. Rinciannya, 50 kali di tingkat kabupaten dan 440 kali di kecamatan.
“Jumlah tersebut belum termasuk GPM yang didukung anggaran provinsi atau pusat. Totalnya bisa lebih dari 500 kali,” ujar Sutriana.
GPM akan rutin digelar di 40 kecamatan, masing-masing sebulan sekali. Selain menjaga daya beli, program ini juga menjadi bagian dari pengendalian inflasi pangan sekaligus membuka akses pasar bagi petani dan produsen lokal.
“Melalui gerakan ini, kami tidak hanya membantu daya beli warga, tetapi juga memberi ruang bagi petani dan produsen lokal untuk langsung menjual produknya ke masyarakat,” terang Sutriana.
Ketua Tim Distribusi dan Harga Pangan DKP Kabupaten Bogor, Nina, menambahkan, selama empat kali pelaksanaan GPM, pihaknya telah menyalurkan 20 ton bahan pangan, terdiri dari beras, gula, minyak goreng, telur, aneka sayuran, dan daging ayam.
Pelaksanaan GPM dimulai pukul 08.30 WIB, namun antrean warga sudah terlihat sejak pukul 07.00 WIB. DKP menerapkan sistem antrean terorganisir demi menjaga ketertiban dan pemerataan distribusi pangan murah.
“Kami siapkan sistem antrean yang rapi agar semua warga bisa tertib dan adil. Ini menunjukkan betapa dibutuhkannya akses pangan murah,” ujar Nina.
Salah satu warga, Nunu dari Bojonggede, mengaku puas mengikuti GPM. “Seru, bagus, dan murah. Ternyata antreannya rapi dan nyaman. Kalau bisa sering-sering ya, karena lumayan murah,” katanya.
Nunu berharap Pemkab Bogor konsisten menyelenggarakan program ini untuk menjawab tantangan ekonomi masyarakat kecil. “Semoga Pak Bupati sering-sering adain GPM. Ekonomi makin sulit, jadi program ini sangat membantu,” tuturnya.
