Sukabumi, Faktaindonesianews.com — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi kolaborasi antara Yayasan Benih Baik Indonesia (BenihBaik.com) dan Yayasan Inisiatif Bisnis Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) dalam merevitalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Kampung Ciganas, Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi.
PLTMH ramah lingkungan tersebut kini kembali beroperasi dan mampu menyalurkan listrik bagi 98 rumah warga, dua sekolah, satu balai desa, empat MCK, serta satu musala.
Sebagai pembangkit energi bersih tanpa emisi karbon, fasilitas ini menjadi solusi kebutuhan listrik di wilayah terpencil. Selain itu, keberadaan PLTMH juga membuka peluang usaha produktif sekaligus mendorong kemandirian energi masyarakat.
Model Pengelolaan Berbasis Masyarakat
PLTMH Ciganas dikelola dengan pendekatan berbasis masyarakat agar manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam bentuk pasokan listrik, tetapi juga dalam pembukaan lapangan kerja lokal.
Gubernur yang akrab disapa KDM itu hadir langsung meresmikan revitalisasi PLTMH dan mengajak warga untuk menjaga aset energi desa tersebut.
“Harapannya, seluruh fasilitas dirawat dengan baik dan listrik digunakan bukan hanya untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga untuk produktivitas,” ujar KDM saat meninjau lokasi, Senin (1/12/2025).
Menurut KDM, listrik akan memberikan dampak yang lebih besar jika mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
“Aliran listrik bisa menjadi konsumtif kalau dipakai untuk kegiatan yang tidak produktif. Yang diperlukan sekarang adalah rakyat Jabar yang produktif,” tegasnya.
Komitmen Perluasan PLTMH Hingga 2027
Pada kesempatan tersebut, KDM menyampaikan komitmen Pemda Provinsi Jawa Barat untuk memperluas pembangunan PLTMH di wilayah-wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik PLN tetapi memiliki potensi sumber air.
“Targetnya, pokoknya 2027 sudah tuntas,” kata KDM.
Kolaborasi untuk Dampak Sosial yang Lebih Luas
Yayasan Benih Baik di bawah kepemimpinan Andy F. Noya dan IBEKA yang dipimpin Tri Mumpuni selama ini berfokus pada penggalangan dana sosial serta pengelolaan program CSR yang berdampak bagi masyarakat. Kolaborasi keduanya dalam revitalisasi PLTMH Ciganas menjadi model pemberdayaan desa melalui energi terbarukan yang dinilai efektif dan berkelanjutan.






