Ciamis, Faktaindonesianews.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan pentingnya melestarikan sejarah dan filosofi leluhur dalam sambutannya di rapat paripurna istimewa DPRD Ciamis digelar dalam rangka peringatan hari jadi Kabupaten Ciamis, Kamis, 12/06/2025.
“Cerita Galuh adalah cerita peradaban. Tatar Galuh adalah pusat budaya di tanah Jawa.
Kalau tidak ada Galuh, tidak akan ada Pakuan Pajajaran,” ujar Kang Dedi dengan nada tegas di hadapan para anggota dewan, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.
Pernyataan tersebut disampaikannya sebagai bentuk ajakan untuk menggali kembali nilai-nilai sejarah yang menjadi akar identitas masyarakat Ciamis.
Ia mengingatkan bahwa Tatar Galuh memiliki posisi sentral dalam sejarah Jawa Barat dan Nusantara.
Tak hanya soal sejarah, Kang Dedi juga menyoroti filsafat hidup masyarakat Galuh yang menurutnya kaya nilai dan tak ternilai harganya.
“Dari dulu orang Ciamis itu sudah punya watak, ada filsafat hidup yang diwariskan sejak zaman Diah Pitaloka.
Jangan sampai kita lupakan,” ucapnya, merujuk pada tokoh legendaris dari Kerajaan Galuh.
Peringatan hari jadi Ciamis, menurut Kang Dedi, seharusnya dijadikan momentum untuk memperkuat rasa cinta dan bangga terhadap daerah.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya merayakan secara seremonial, tetapi juga merefleksikan jati diri dan memperkuat komitmen pembangunan berbasis budaya lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Kang Dedi juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) pendirian sebuah SMK baru di wilayah Ciamis, sebagai bentuk perhatian terhadap peningkatan kualitas pendidikan vokasi.
Selain itu, ia mengumumkan penetapan kawasan hutan konservasi di Gunung Syawal, yang menjadi langkah nyata pelestarian lingkungan di kawasan strategis wilayah selatan Jawa Barat itu.
Apa yang dilakukan Kang Dedi tidak hanya sekadar menjaga sejarah, tetapi juga bagian dari membangun masa depan Jawa Barat yang berakar kuat pada budaya.
Ia menekankan bahwa identitas lokal seperti Galuh bukan hanya warisan masa lalu, tapi fondasi karakter masyarakat modern yang tangguh dan beretika.
