“Keberhasilan yang tertinggi adalah ketika kalian tumbuh menjadi sosok-sosok dewasa dengan mentalitas yang kuat,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa generasi muda saat ini menghadapi persaingan yang semakin ketat. Karena itu, siswa perlu belajar menghadapi kegagalan, menyelesaikan masalah, dan bangkit ketika menemui kesulitan.
“Kalian harus menjadi generasi yang tangguh karena pada saat sekarang kompetisi jauh lebih keras, jauh lebih berat daripada masa-masa kompetisi saat saya masih muda,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya mengajarkan cara meraih prestasi, tetapi juga membentuk kemampuan menghadapi proses dan tantangan. Siswa perlu memahami bahwa keberhasilan membutuhkan usaha, kesabaran, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar.
Wali Kota Bandung Minta Siswa Hormati Guru dan Orang Tua
Selain menekankan ketangguhan mental, Farhan mengingatkan pentingnya menghormati guru dan orang tua. Ia meminta siswa menghargai ilmu, pengalaman, serta arahan yang diberikan para pendidik selama proses pembelajaran.
“Belajarlah kepada para guru. Hormati guru dan orang tua kalian. Dapatkan dan serap ilmu mereka sebaik-baiknya. Jangan pernah kalian berpikir ataupun bersikap merendahkan dan menertawakan guru-guru kalian,” katanya.
Farhan menilai hubungan yang baik antara siswa, guru, dan orang tua menjadi salah satu fondasi penting dalam pembentukan karakter. Sikap saling menghormati dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan pengetahuan maupun kepribadian anak.
Ia juga mengajak seluruh unsur pendidikan untuk memahami siswa sebagai generasi yang sedang berada dalam tahap pencarian jati diri. Anak-anak berusia sekitar 12–15 tahun memiliki kebutuhan, minat, pergaulan, dan tantangan yang perlu mendapat perhatian dari orang dewasa di sekitarnya.
Karena itu, guru, orang tua, pemerintah daerah, dan lingkungan sekolah perlu membangun komunikasi yang baik agar dapat mendampingi siswa secara tepat. Pendekatan tersebut diharapkan membantu anak mengembangkan potensi diri sekaligus menghadapi pengaruh lingkungan dan perubahan zaman.
“Mari kita belajar dari masa depan. Merekalah masa depan kita,” katanya.






