Jangan Salah! Ini Perbedaan Kencing Batu dan Batu Ginjal yang Wajib Anda Pahami

Jangan Salah! Ini Perbedaan Kencing Batu dan Batu Ginjal yang Wajib Anda Pahami

Faktaindonesianews.com – Di tengah masyarakat, istilah kencing batu dan batu ginjal sering kali dipakai secara bergantian. Banyak orang mengira keduanya adalah penyakit yang sama karena sama-sama melibatkan terbentuknya “batu” dari kristal mineral di dalam urine. Padahal, secara medis, dua kondisi ini berbeda, mulai dari lokasi terbentuknya batu, gejala yang dirasakan, hingga faktor risiko yang menyertainya.

Kesalahpahaman ini bisa berakibat fatal jika membuat seseorang terlambat mendapatkan penanganan yang tepat. Lalu, apa sebenarnya perbedaan kencing batu dan batu ginjal? Berikut penjelasan lengkapnya.

Bacaan Lainnya

1. Perbedaan Letak Terbentuknya Batu

Perbedaan paling mendasar antara kencing batu dan batu ginjal terletak pada lokasi terbentuknya batu.

Pada kasus kencing batu, batu biasanya terbentuk di saluran kemih bagian bawah, seperti kandung kemih atau uretra. Kondisi ini muncul ketika urine terlalu pekat sehingga mineral di dalamnya mengkristal dan mengeras. Jika ukuran batu kecil, tubuh kadang mampu mengeluarkannya secara alami melalui urine. Namun, batu yang besar sering memerlukan tindakan medis.

Sementara itu, batu ginjal terbentuk di organ ginjal. Endapan mineral dan garam mengkristal di dalam ginjal sebelum akhirnya bisa bergerak ke saluran kemih. Kasus batu ginjal juga tercatat lebih sering terjadi dibandingkan kencing batu.

2. Perbedaan Gejala yang Muncul

Meski sama-sama menyebabkan rasa tidak nyaman, gejala keduanya bisa berbeda.

Pada kencing batu, gejala sering kali tidak terasa di tahap awal. Keluhan baru muncul saat batu membesar atau mengiritasi saluran kemih. Beberapa tanda yang umum terjadi antara lain:

  • Nyeri di perut bagian bawah

  • Sering buang air kecil dengan volume sedikit

  • Nyeri saat buang air kecil (disuria)

  • Urine berdarah (hematuria)

  • Risiko infeksi saluran kemih

Berbeda dengan itu, batu ginjal biasanya menimbulkan gejala lebih cepat dan terasa lebih hebat, terutama saat batu menyumbat ureter. Gejalanya meliputi:

  • Nyeri hebat di punggung atau pinggang

  • Nyeri menjalar ke perut bawah hingga selangkangan

  • Urine berdarah

  • Urine keruh dan berbau menyengat

  • Mual dan muntah

  • Demam serta menggigil jika disertai infeksi

Rasa nyeri akibat batu ginjal bahkan sering disebut sebagai salah satu nyeri paling hebat yang pernah dirasakan pasien.

3. Penyebab yang Perlu Diwaspadai

Baik kencing batu maupun batu ginjal memiliki penyebab yang hampir serupa, terutama kurang minum atau dehidrasi.

Pada kencing batu, beberapa faktor pemicu lainnya antara lain pembesaran prostat, penggunaan kateter jangka panjang, terlalu lama berbaring, hingga riwayat penyakit tertentu seperti diabetes atau cedera tulang belakang.

Sedangkan batu ginjal lebih sering dipicu oleh pola makan tinggi garam, gula, atau protein, infeksi, serta gangguan metabolisme tubuh.

4. Faktor Risiko yang Berbeda

Dari sisi faktor risiko, kencing batu lebih sering terjadi pada usia lanjut, pasien yang menjalani terapi radiasi, atau mereka yang menggunakan kateter dalam waktu lama.

Sebaliknya, risiko batu ginjal meningkat pada penderita hipertensi, obesitas, kelainan ginjal, hiperparatiroidisme, hingga mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa.

Pos terkait