Kerutan di Bawah Mata Muncul Lebih Cepat? Ini Penyebab yang Sering Tak Disadari

Kerutan di Bawah Mata Muncul Lebih Cepat? Ini Penyebab yang Sering Tak Disadari

Faktaindonesianews.com – Kerutan di bawah mata sering menjadi tanda penuaan yang paling cepat terlihat. Seiring bertambahnya usia, kulit kehilangan elastisitas dan produksi kolagen menurun, sehingga garis halus tampak semakin jelas.

Namun, usia bukan satu-satunya penyebab keriput di bawah mata. Tanpa disadari, kebiasaan sehari-hari justru berperan besar dalam mempercepat munculnya garis halus di area sensitif ini.

Bacaan Lainnya

Kulit di sekitar mata memiliki struktur yang jauh lebih tipis dibandingkan area wajah lainnya. Karena itu, bagian ini lebih rentan mengalami kerusakan. Berikut beberapa penyebab kerutan di bawah mata yang perlu diwaspadai.

1. Paparan Sinar UV Berlebihan

Paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari menjadi penyebab utama penuaan dini pada kulit. Mengutip Healthline, sinar UV dapat merusak kolagen, protein penting yang menjaga kekencangan dan elastisitas kulit.

Tanpa perlindungan sunscreen, kulit di bawah mata akan lebih cepat mengendur, kasar, dan berkerut.

2. Kebiasaan Merokok

Merokok meningkatkan stres oksidatif yang merusak kolagen dan elastin. Selain itu, nikotin menyempitkan pembuluh darah sehingga aliran oksigen dan nutrisi ke kulit berkurang.

Akibatnya, kulit kehilangan kekenyalan dan kerutan di bawah mata muncul lebih cepat.

3. Gerakan Wajah yang Berulang

Gerakan wajah seperti tersenyum, menyipitkan mata, atau mengerutkan dahi memang alami. Namun jika terjadi terus-menerus, lipatan kulit dapat berubah menjadi garis permanen.

Bahkan, posisi tidur yang sama setiap malam—misalnya wajah menekan bantal—juga dapat membentuk kerutan. Seiring bertambahnya usia, kulit semakin sulit kembali ke bentuk semula.

4. Kurang Minum Air

Dehidrasi membuat kulit tampak kering, kusam, dan kurang elastis. Area bawah mata yang tipis akan lebih cepat menunjukkan garis halus saat tubuh kekurangan cairan.

Pastikan kebutuhan air harian tercukupi agar kulit tetap lembap dan tampak segar.

5. Perawatan Wajah yang Tidak Tepat

Jarang menggunakan sunscreen, memilih produk yang terlalu keras, atau melewatkan pelembap dapat melemahkan lapisan pelindung kulit (skin barrier).

Ketika skin barrier rusak, kulit di bawah mata menjadi lebih sensitif, mudah iritasi, dan lebih cepat berkerut.

6. Terlalu Lama Menatap Layar Gadget

Paparan blue light dari ponsel dan komputer dapat memicu stres oksidatif pada kulit. Selain itu, kebiasaan menyipitkan mata saat membaca layar kecil membuat otot di sekitar mata bekerja berlebihan.

Kondisi ini dapat memperdalam garis halus di bawah mata. Istirahatkan mata secara berkala dan batasi penggunaan gadget sebelum tidur.

7. Konsumsi Kopi Berlebihan

Kopi memang memberi manfaat, tetapi konsumsi berlebihan dapat meningkatkan hormon kortisol yang membuat kulit lebih kering.

Tambahan gula atau krimer dalam kopi juga bisa memicu peradangan dan mempercepat munculnya kerutan halus di bawah mata.

Pos terkait