Faktaindonesianews.com – Pengacara perusahaan milik Justin Baldoni bersikeras bahwa Wayfarer Studios tidak bertanggung jawab atas kerugian karier Blake Lively selama konflik proyek film It Ends With Us.
Sebelumnya, Lively menuding Baldoni dan perusahaannya sebagai pihak yang menyebabkan kerusakan reputasi serta kariernya melalui dugaan kampanye fitnah.
Pengacara Sebut Popularitas Lively Menurun
Tuduhan tersebut langsung dibantah oleh pengacara Baldoni, Amir Kaltgrad. Ia menilai bahwa penurunan karier Lively bukan disebabkan oleh pihak luar, melainkan faktor internal.
Menurutnya, kurangnya popularitas menjadi alasan utama kegagalan sejumlah proyek Lively, termasuk bisnis minuman miliknya, Betty Buzz. Lively sendiri diketahui merupakan istri dari aktor Ryan Reynolds.
Soroti Riwayat Karier dan Pendapatan
Dalam pernyataannya di pengadilan, Kaltgrad juga menyoroti riwayat pekerjaan Lively yang disebut tidak konsisten. Ia bahkan mengklaim bahwa aktris tersebut tidak memiliki keinginan untuk bekerja secara penuh waktu.
Ia mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu delapan tahun sebelum konflik ini, Lively hanya menghasilkan sekitar US$21 juta dari berbagai proyek film.
Isu Kontroversi Lama Kembali Diangkat
Tak hanya soal karier, pihak Baldoni juga mengungkit kembali kontroversi lama yang menyeret nama Lively. Salah satunya terkait dugaan keterlibatannya dalam isu pengeditan foto Kate Middleton pada 2024.
Menurut Kaltgrad, insiden tersebut mencerminkan pola perilaku negatif yang turut memengaruhi citra publik Lively.
Klaim Kerugian Ratusan Juta Dolar
Berdasarkan dokumen pengadilan yang dilaporkan oleh Daily Mail dan Page Six, Lively mengklaim bahwa kampanye “gadis jahat” yang ditujukan kepadanya menyebabkan kerugian hingga US$300 juta.
Kerugian tersebut mencakup potensi pendapatan yang hilang dalam periode Agustus 2024 hingga Agustus 2029. Sebelumnya, pada November 2025, ia sempat menyebut angka kerugian sebesar US$161 juta.
Gugatan Balik Baldoni Ditolak
Di sisi lain, Baldoni juga sempat mengajukan gugatan balik senilai US$400 juta pada Januari 2025. Namun, gugatan tersebut ditolak oleh hakim pada Juni di tahun yang sama.
Sementara itu, perwakilan kedua belah pihak belum memberikan komentar resmi terkait perkembangan terbaru kasus ini.
Persidangan Segera Digelar
Memasuki April 2026, hakim memutuskan untuk menolak 10 dari 13 klaim yang diajukan Lively. Namun, beberapa dakwaan penting masih berlanjut ke tahap persidangan.
Sidang dijadwalkan berlangsung pada 18 Mei dengan fokus pada dugaan pelanggaran kontrak, pembalasan, serta keterlibatan dalam tindakan pembalasan.
Pihak Lively Siap Buka Suara
Pengacara Lively, Sigrid McCawley, menyatakan bahwa kliennya siap menghadapi persidangan dan menyampaikan versinya di pengadilan.
Ia menegaskan bahwa Lively kini berada dalam posisi yang siap untuk berbicara secara terbuka.
“Harapan Blake adalah agar suaranya didengar di ruang sidang itu dan itulah yang kami fokuskan saat ini,” ujar McCawley.
