Faktaindonesianews.com, Pangandaran – Lonjakan wisatawan ke Pangandaran selama momen libur Lebaran 2026 mencatatkan rekor baru. Hingga 29 Maret 2026, jumlah pengunjung yang memadati destinasi wisata unggulan di Jawa Barat ini telah mencapai sekitar 500 ribu orang, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 400 ribu wisatawan.
Peningkatan jumlah kunjungan ini menjadi sinyal kuat bangkitnya sektor pariwisata daerah sekaligus berdampak positif terhadap potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, menyampaikan optimismenya bahwa target pendapatan dari sektor pariwisata dapat tercapai, bahkan berpeluang melampaui capaian tahun lalu.
Saat ini, realisasi PAD dari sektor pariwisata baru menyentuh angka sekitar Rp9 miliar, namun pemerintah daerah menargetkan pendapatan hingga Rp15 miliar selama musim libur Lebaran. Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 lalu, pendapatan dari sektor ini mencapai Rp11,7 miliar.
“Tren kunjungan biasanya masih berlanjut setelah puncak Lebaran, karena banyak wisatawan memilih berlibur di waktu yang lebih lengang untuk menghindari kemacetan,” ujar Citra.
Pemerintah daerah pun menilai peluang untuk mencapai target masih terbuka lebar, mengingat arus wisatawan diperkirakan tetap tinggi hingga pekan berikutnya. Kepastian capaian target PAD tersebut rencananya akan diumumkan secara resmi pada pertengahan April.
Tidak hanya dari sisi jumlah pengunjung, peningkatan juga terlihat dalam kualitas pengelolaan kawasan wisata. Pemkab Pangandaran melakukan sejumlah pembenahan penting, seperti penataan parkir yang kini lebih tertib melalui sistem sentral parkir, sehingga kendaraan tidak lagi memadati bahu jalan.
Selain itu, praktik pungutan liar (pungli) berhasil ditekan, sementara penataan pelaku usaha wisata seperti watersport dan odong-odong kini lebih rapi dan terorganisir. Hal ini memberikan kenyamanan lebih bagi wisatawan yang berkunjung.
Dari sisi keamanan, kondisi juga terbilang kondusif. Selama musim libur Lebaran, tercatat nihil insiden kecelakaan di dalam kawasan wisata resmi. Meski sempat ada laporan korban tenggelam, kejadian tersebut berada di luar area pengawasan destinasi wisata Pangandaran.
Upaya lain yang mendapat apresiasi adalah penerapan strategi rekayasa lalu lintas yang dinilai lebih efektif dalam mengurai kepadatan kendaraan. Hal ini membuat arus keluar-masuk wisatawan menjadi lebih lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Memasuki libur panjang berikutnya, termasuk momentum peringatan Wafat Isa Almasih, Pemerintah Kabupaten Pangandaran menyatakan kesiapan penuh untuk kembali menyambut lonjakan wisatawan dengan standar pelayanan yang telah ditingkatkan.






