Menjelang Usia 130 Tahun, BRI Perkuat Jaringan AgenBRILink dan Digitalisasi untuk Perluas Inklusi Keuangan Nasional

Menjelang Usia 130 Tahun, BRI Perkuat Jaringan AgenBRILink dan Digitalisasi untuk Perluas Inklusi Keuangan Nasional

Jakarta, Faktaindonesianews.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan konsistensinya sebagai bank yang hadir untuk rakyat. Menjelang usia ke-130 tahun, BRI mempertegas komitmen menghadirkan layanan keuangan yang inklusif, mampu menjangkau masyarakat hingga pelosok terpencil, dan mendorong aktivitas ekonomi di tingkat desa.

Salah satu kekuatan utama BRI dalam memperluas akses layanan perbankan adalah jaringan AgenBRILink, yang kini menjadi motor penggerak utama inklusi keuangan nasional. AgenBRILink berperan sebagai solusi hybrid yang menggabungkan layanan perbankan digital dan layanan tatap muka, sehingga masyarakat dapat bertransaksi secara cepat, mudah, dan terjangkau tanpa harus keluar dari desa.

Bacaan Lainnya

Hingga Oktober 2025, jumlah AgenBRILink mencapai 1,2 juta agen, tersebar di seluruh Indonesia dan menjangkau 66.649 desa, atau lebih dari 80 persen desa di Tanah Air. Capaian besar ini membuktikan bahwa ekosistem BRI tidak hanya tumbuh, tetapi juga merata.

Dari sisi transaksi, peran AgenBRILink sangat signifikan. Sepanjang 2025, jaringan agen tersebut telah memfasilitasi 913 juta transaksi finansial dengan total volume mencapai Rp1.440 triliun. Angka ini mempertegas posisinya sebagai tulang punggung aktivitas keuangan masyarakat di tingkat akar rumput yang selama ini sulit mengakses layanan perbankan formal.

Meski memperluas digitalisasi, BRI tetap mempertahankan pendekatan layanan tatap muka. Hingga September 2025, BRI mengoperasikan 7.405 unit kantor, yang berfungsi sebagai pusat layanan langsung untuk kebutuhan transaksi yang membutuhkan pendampingan lebih detail dan konsultasi komprehensif.

Di sisi lain, penguatan infrastruktur digital juga menjadi fokus. Hingga periode yang sama, BRI telah memiliki lebih dari 687 ribu unit E-Channel, mencakup jaringan ATM, CRM, dan merchant yang tersebar hingga lapisan wilayah terpencil. Transformasi digital ini turut mendorong peningkatan porsi transaksi digital banking yang kini mencapai 99,4 persen dari total transaksi.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa keandalan sistem menjadi prioritas utama perusahaan. Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh kanal layanan berjalan optimal agar masyarakat dapat bertransaksi tanpa hambatan, kapan saja dan di mana saja.

Menurutnya, pemerataan jaringan hingga tingkat desa membuat transaksi masyarakat lebih efisien. Akses layanan yang mudah dipadukan dengan digitalisasi menyeluruh memungkinkan aktivitas ekonomi bergerak lebih cepat dan biaya transaksi menurun signifikan.

“Memasuki usia ke-130 tahun, BRI menegaskan kembali perannya sebagai bank yang hadir untuk masyarakat dalam mendukung aktivitas ekonomi, menciptakan lapangan kerja hingga memperluas inklusi dan literasi keuangan. Ke depan, BRI berkomitmen memastikan layanan perbankan tetap relevan dan mampu memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat yang terus berkembang,” ujar Dhanny, Senin (9/12/2025).

Pos terkait