Menurut laporan Nikkei Asia, pembicaraan antara ketiga perusahaan sempat mengalami perlambatan sebelum kembali bergerak pada 2026.
Pada Agustus 2026, Honda dan Nissan juga menyepakati pengembangan bersama teknologi inti kendaraan berbasis perangkat lunak. Mitsubishi berpeluang terlibat dalam kerja sama teknologi tersebut.
Kemitraan ini berlangsung ketika produsen otomotif Jepang menghadapi kebutuhan investasi besar untuk pengembangan kendaraan listrik, teknologi perangkat lunak, dan peningkatan daya saing global.
Dalam gambaran industri yang lebih luas, kelompok produsen yang dipimpin Toyota bersama Daihatsu, Suzuki, Subaru, dan Mazda memiliki penjualan gabungan sekitar 17 juta unit per tahun. Sementara itu, kelompok Honda, Nissan, dan Mitsubishi mencatat sekitar 7,4 juta unit.
Perbedaan skala tersebut menggambarkan pentingnya strategi kolaborasi bagi produsen otomotif Jepang untuk menjaga efisiensi dan memperkuat posisi di pasar internasional.
Pikap Honda Ditargetkan Meluncur pada 2028
Rencana pemasaran pikap Honda berbasis Mitsubishi Triton mulai 2028 menjadi salah satu langkah konkret dari kerja sama kedua perusahaan. Dengan memanfaatkan basis kendaraan yang sudah tersedia, Honda berpeluang memasuki segmen pikap ASEAN tanpa perlu membangun platform baru sepenuhnya.
Sementara itu, Mitsubishi berpotensi memperoleh tambahan volume produksi untuk mendukung pemanfaatan pabriknya di Thailand. Meski nama model, harga, spesifikasi, dan target produksi belum diumumkan, kesepakatan ini memperlihatkan bagaimana kolaborasi antarpabrikan menjadi strategi penting dalam menghadapi persaingan otomotif regional.
Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada realisasi produksi dan strategi pemasaran kedua perusahaan menjelang 2028. Bagi pasar ASEAN, kerja sama ini membuka peluang hadirnya pilihan pikap baru dengan basis teknologi Mitsubishi dan merek Honda.






