Mutiara Lombok Tembus Pasar Global, Setia Pearl Perluas Ekspor Berkat Pelatihan BRI Peduli

Jakarta, Faktaindonesianews.com – Mutiara Lombok tak hanya menjadi simbol keindahan pesisir Nusa Tenggara Barat. Bagi Setiawati, mutiara juga menjadi peluang untuk membangun usaha sekaligus membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat.

Keyakinan tersebut mendorong Setiawati mendirikan Setia Pearl di Kota Mataram, NTB, pada 2018. Dari usaha yang awalnya dirintis untuk mengembangkan potensi mutiara lokal, Setia Pearl kini mulai membawa produk perhiasan khas Lombok ke pasar internasional.

Bacaan Lainnya

Setiawati tidak ingin bisnisnya sekadar menjual perhiasan. Ia ingin menjadikan mutiara Lombok sebagai oleh-oleh khas yang dicari wisatawan sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan bagi perempuan dan penyandang tunarungu.

Setia Pearl Hadirkan Perhiasan Mutiara Lombok

Setia Pearl menggunakan mutiara alami Lombok sebagai bahan utama berbagai produk perhiasan. Koleksinya mencakup cincin, gelang, kalung, anting, hingga liontin.

Pelanggan juga dapat memesan desain secara khusus sesuai kebutuhan. Strategi tersebut membuat produk Setia Pearl dapat menjangkau konsumen dari berbagai segmen.

Namun, pertumbuhan usaha membawa tantangan baru. Ketika permintaan meningkat, Setiawati mulai melihat peluang untuk membuka cabang di sejumlah wilayah Indonesia. Rencana ekspansi itu membutuhkan modal lebih besar, terutama untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dan tempat usaha.

“Tantangan terbesar dalam usaha kami adalah melakukan ekspansi ke beberapa daerah di Indonesia. Permintaan pasar sebenarnya cukup besar, tetapi kebutuhan modal untuk bahan baku dan tempat usaha juga semakin besar,” ujar Setiawati dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (28/8/2026).

Kondisi tersebut tidak membuat Setiawati berhenti mengembangkan bisnis. Ia justru mencari pengetahuan baru yang dapat membantu Setia Pearl naik kelas.

Pelatihan Ekspor BRI Peduli Buka Wawasan Baru

Kesempatan itu datang melalui Pelatihan Ekspor yang diselenggarakan BRI Peduli. Program tersebut memberikan pembekalan kepada pelaku UMKM mengenai strategi, persiapan, serta peluang untuk memasuki pasar internasional.

Bagi Setiawati, pelatihan tersebut mengubah pandangannya terhadap ekspor. Jika sebelumnya pasar internasional terlihat rumit dan sulit dijangkau, kini ia memahami bahwa proses ekspor dapat dilakukan secara bertahap dengan pengetahuan dan strategi yang tepat.

“Mengikuti pelatihan ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan saya tentang ekspor. Ternyata ekspor tidak sesulit yang saya bayangkan selama ini. Ekspor itu mudah jika kita tahu ilmunya dan strateginya,” ungkap Setiawati.

Pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan kemudian menjadi bekal bagi Setia Pearl untuk memperluas jangkauan pasar.

Produk Setia Pearl Mulai Diminati Pasar Internasional

Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Produk perhiasan mutiara buatan Setia Pearl kini telah dinikmati pelanggan di sejumlah negara.

Pasar yang telah dijangkau antara lain Turki, Malaysia, Singapura, dan Nigeria. Pengiriman dilakukan melalui skema hand carry dalam jumlah terbatas.

Capaian tersebut menjadi motivasi bagi Setiawati untuk terus memperkuat bisnis sekaligus meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar global.

Ia berharap mutiara khas Lombok semakin dikenal bukan hanya sebagai produk kerajinan daerah, tetapi juga sebagai komoditas bernilai tinggi yang mampu menembus pasar internasional.

BRI Peduli Dorong UMKM Naik Kelas

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, BRI melalui BRI Peduli sebagai payung Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terus memberikan dukungan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui Program Pelatihan Ekspor. Program ini dirancang untuk membantu pelaku UMKM memahami proses ekspor sekaligus mempersiapkan bisnis menghadapi persaingan global.

“Inisiatif ini dihadirkan untuk membantu pelaku UMKM memahami tahapan ekspor secara mandiri dan terarah, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persaingan di pasar global,” ujar Dhanny.

Pelatihan tersebut membekali peserta dengan berbagai pengetahuan penting. Materinya mencakup strategi ekspor, regulasi perdagangan internasional, dokumen ekspor, pemetaan pasar global, pengemasan, hingga penguatan merek agar produk mampu memenuhi standar pasar internasional.

Menurut Dhanny, perjalanan Setiawati mengembangkan Setia Pearl menunjukkan pentingnya pengetahuan bagi pelaku UMKM yang ingin memperluas pasar.

“Perjalanan Setiawati bersama Setia Pearl menunjukkan bahwa dengan kemauan untuk terus belajar serta dukungan pengetahuan yang relevan, pelaku UMKM memiliki kesempatan yang semakin besar untuk mengembangkan usaha dan memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat internasional,” ujar Dhanny.

Mutiara Lombok Jadi Jalan Menuju Pasar Dunia

Perjalanan Setia Pearl menunjukkan bagaimana potensi lokal dapat berkembang menjadi produk yang memiliki daya saing global. Dengan mengandalkan mutiara alami Lombok, Setiawati tidak hanya membangun bisnis perhiasan, tetapi juga membawa identitas daerah ke pasar internasional.

Dukungan berupa peningkatan kapasitas dan pengetahuan ekspor turut membantu pelaku UMKM memahami langkah yang diperlukan untuk memasuki pasar global.

Pos terkait