Nonton Piala Dunia 2026 Terlalu Sering? Studi Ungkap Risiko Tersembunyi bagi Jantung dan Kesehatan

Faktaindonesianews.com – Piala Dunia 2026 menjadi ajang yang paling dinantikan para pecinta sepak bola di seluruh dunia. Setiap hari, jutaan orang rela menghabiskan waktu berjam-jam di depan televisi untuk menyaksikan pertandingan demi pertandingan yang penuh drama dan emosi.

Namun, di balik keseruan tersebut, sejumlah penelitian mengungkap fakta yang patut menjadi perhatian. Menonton pertandingan olahraga, terutama laga yang menegangkan, ternyata tidak hanya memengaruhi emosi, tetapi juga dapat memberikan tekanan yang cukup besar terhadap kesehatan jantung dan sistem kardiovaskular.

Bacaan Lainnya

Beberapa studi bahkan menunjukkan bahwa respons tubuh saat menyaksikan pertandingan penting bisa menyerupai kondisi ketika seseorang melakukan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi.

Pertandingan Besar Bisa Memicu Lonjakan Kasus Gangguan Jantung

Menurut laporan yang dikutip dari Harvard Health Publishing, banyak tenaga medis mengamati pola menarik setiap kali berlangsung turnamen olahraga besar seperti Piala Dunia. Selama pertandingan berlangsung, ruang gawat darurat cenderung lebih sepi. Namun, tidak lama setelah pertandingan usai, jumlah pasien yang datang meningkat cukup signifikan.

Sebagian pasien mengeluhkan nyeri dada, sesak napas, hingga gejala lain yang berkaitan dengan gangguan jantung. Kondisi tersebut diduga dipicu oleh lonjakan stres emosional yang muncul saat menyaksikan pertandingan dengan tensi tinggi.

Ketegangan ketika tim favorit menyerang, bertahan, atau menghadapi adu penalti dapat memicu respons tubuh yang meningkatkan risiko serangan jantung maupun stroke pada individu yang rentan.

Studi: Detak Jantung Penonton Bisa Naik Hingga 110 Persen

Temuan menarik dipublikasikan dalam Canadian Journal of Cardiology pada 2017. Penelitian yang melibatkan 20 orang dewasa sehat di Montreal, Kanada, mengukur perubahan denyut jantung saat mereka menyaksikan pertandingan hoki.

Sebagian peserta menonton melalui televisi, sedangkan sisanya menyaksikan pertandingan secara langsung di arena.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa denyut jantung penonton televisi meningkat rata-rata 75 persen dibanding kondisi normal. Sementara itu, mereka yang menyaksikan langsung di stadion mengalami kenaikan hingga 110 persen.

Peningkatan denyut jantung tersebut berlangsung rata-rata selama 39 menit bagi penonton televisi dan sekitar 72 menit bagi penonton yang berada di arena pertandingan.

Secara keseluruhan, kenaikan denyut jantung mencapai rata-rata 92 persen selama pertandingan berlangsung. Lonjakan terbesar terjadi saat tim memperoleh peluang mencetak gol atau memasuki momen-momen paling menegangkan.

Peneliti menyatakan, “Bukan hasil akhir pertandingan yang menentukan intensitas respons stres emosional, melainkan euforia yang dialami saat menyaksikan bagian-bagian pertandingan yang berintensitas tinggi.”

Tak Hanya Jantung, Risiko Hipertensi dan Diabetes Ikut Meningkat

Penelitian yang lebih baru yang diterbitkan dalam jurnal Preventive Medicine pada 2024 juga menemukan hubungan antara kebiasaan menonton pertandingan olahraga melalui televisi dengan memburuknya kondisi kardiometabolik.

Peneliti melaporkan, “Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa menonton olahraga dapat berdampak buruk pada faktor kesehatan kardiometabolik, seperti peningkatan BMI, hipertensi, dan diabetes.”

Risiko tersebut terutama ditemukan pada orang yang menghabiskan waktu lama menonton pertandingan melalui televisi.

Menurut para peneliti, kondisi tersebut dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor, mulai dari stres emosional seperti rasa cemas, marah, hingga tegang selama pertandingan berlangsung. Emosi tersebut dapat memicu peningkatan tekanan darah yang berpengaruh terhadap kesehatan jantung.

Selain itu, kebiasaan duduk terlalu lama di depan televisi dan mengonsumsi makanan tinggi kalori seperti camilan, gorengan, minuman manis, atau makanan cepat saji selama menonton juga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko obesitas, hipertensi, hingga diabetes.

Tetap Nikmati Piala Dunia dengan Cara yang Lebih Sehat

Menikmati pertandingan Piala Dunia 2026 tentu tidak menjadi masalah selama dilakukan secara bijak. Para ahli menyarankan agar penonton tetap menjaga keseimbangan gaya hidup selama mengikuti turnamen.

Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain berdiri atau berjalan ringan saat jeda pertandingan, membatasi konsumsi camilan tinggi garam dan lemak, memperbanyak minum air putih, serta memastikan waktu tidur tetap cukup meski pertandingan berlangsung hingga larut malam.

Mengelola emosi selama pertandingan juga penting, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau diabetes.

Pos terkait