Pemdaprov Kuatkan Sinergi dengan Kabupaten Bogor

Pemdaprov Kuatkan Sinergi dengan Kabupaten Bogor

Berita BOGOR, FaktaindonesiaNews.com –  Pemdaprov terus memperkuat sinergi dengan pemda kabupaten dan kota guna mengoptimalisasi pembangunan makro di Jabar. Setelah sebelumnya bertemu dengan jajaran Pemda Kabupaten dan kota di kawasan Bandung Raya, kini giliran Pemda Kabupaten Bogor.

Berdialog dan Berdiskusi

Penjabat Gubernur Bey Machmudin berdialog dan berdiskusi dengan jajaran birokrasi Kabupaten Bogor yang dipimpin Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu di Ruang Rapat Serbaguna 1 kantor Pemda Kabupaten Bogor, Kamis (27/6/2024).

Bacaan Lainnya

“Hari ini saya bertemu dengan Pj Bupati Bogor dengan kepala perangkat daerah, camat dan kepala desa. Kami ingin meningkatkan koordinasi dan sinergi antara Pemdaprov Jabar dengan Pemda Kabupaten Bogor,” ujar Bey Machmudin.

Dialog dan diskusi di isi pemaparan berbagai pembangunan di Kabupaten Bogor oleh Penjabat Bupati. Bey Machmudin menyaksikan dengan saksama pemaparan dan sesekali mencatat hal – hal yang dianggap penting.

Bey mengapresiasi kesiapan Kabupaten Bogor untuk menggelar Pilgub Jabar dan Pilbup Bogor 27 November mendatang. Juga menjadi perhatian Bey penanganan stunting dan penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Puncak Gunung Mas.

“Saya mengapresiasi ketegasan Pak Pj. Bupati dalam penataan kawasan Puncak,” kata Bey.

Kepada Pj. Bupati Bogor, Bey mendorong tidak ragu – ragu menindak pelanggaran tata ruang atau perizinan di kawasan Puncak. “Pak Pj. Bupati jangan ragu menegakkan aturan, kalau memang menyalahi aturan silakan di tindak tegas. Jangan sampai kita menindak (pelanggaran) yang biasa-biasa,” kata Bey.

Menertibkan PKL Dan Bangunan

Pemda Kabupaten Bogor Senin (24/6/2024) menertibkan PKL dan bangunan yang di anggap melanggar di kawasan Puncak Gunung Mas. Penataan di lakukan untuk mengoptimalkan fungsi dan manfaat rest area Gunung Mas yang di bangun Pemerintah Pusat berkolaborasi dengan PTPN, Pemdaprov, dan Pemda Kabupaten Bogor.

Rest area di bangun pada 2020 dengan anggaran Rp102 miliar dan menyediakan 600 kios resmi. Penataan di lakukan dengan menggeser posisi PKL dari sisi jalan nasional dan memindahkan ke tempat yang lebih baik,

Menurut Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu, penataan PKL telah sesuai dengan prosedur, melalui tahapan sosialisai selama tiga bulan, dan hari ini mendapat dukungan dari Penjabat Gubernur. Saat ini petugas lapangan masih berjaga untuk mempertahankan keamanan dan kondusivitas.

“Atas saran Pak Gubernur kami melakukan penataan dan sampai semalam jam 12 kami ada di lokasi, semuanya kondusif aman,” tutup Asmawa.

Pos terkait