Bekasi, Faktaindonesianews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mengajak dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat untuk turut ambil bagian membantu warga yang terdampak bencana banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi. Ajakan tersebut menjadi bentuk respons cepat pemerintah daerah dalam menghadapi dampak banjir yang kian meluas akibat cuaca ekstrem.
Ajakan resmi ini disampaikan melalui Surat Edaran Nomor 300.2/SE-10/BPBD/2026 tentang Himbauan Bantuan Logistik Kebutuhan Dasar Masyarakat di Wilayah Terdampak Bencana Banjir, yang diterbitkan pada 21 Januari 2026 dan ditandatangani oleh Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja.
Dalam surat edaran tersebut, Plt Bupati Bekasi menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat peningkatan intensitas hujan yang sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir, yang diperparah dengan hembusan angin kencang. Kondisi cuaca ekstrem ini menyebabkan meluapnya air di sejumlah titik dan berdampak langsung pada permukiman warga.
“Peningkatan intensitas hujan di Kabupaten Bekasi sangat tinggi dan disertai angin kencang, sehingga mengakibatkan beberapa wilayah terdampak bencana banjir,” ujar Asep Surya Atmaja.
Sebagai langkah awal penanganan, Pemkab Bekasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama perangkat daerah terkait telah melakukan kaji cepat di lapangan, mengevakuasi warga terdampak, serta menyalurkan bantuan logistik darurat ke lokasi-lokasi banjir.
“Sebagai langkah cepat penanganan, Pemkab Bekasi telah melakukan kaji cepat, evakuasi warga terdampak, dan mengirimkan bantuan logistik bagi masyarakat,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara, dampak banjir di Kabupaten Bekasi tergolong cukup luas. Tercatat sebanyak 39 desa di 17 kecamatan terdampak, dengan jumlah warga mencapai 14.855 jiwa. Angka tersebut diperkirakan masih dapat bertambah seiring proses pendataan lanjutan di lapangan.
Dalam surat edaran itu, Plt Bupati Bekasi menekankan bahwa penanganan bencana tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Oleh karena itu, keterlibatan berbagai pihak menjadi sangat penting untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
“Dengan ini dimohon peran anggota klaster logistik, masyarakat, serta dunia usaha di Kabupaten Bekasi untuk berpartisipasi aktif dalam penanganan dan penanggulangan bencana banjir,” tegas Asep.
Adapun jenis bantuan logistik yang saat ini sangat dibutuhkan oleh warga terdampak meliputi paket sembako, mie instan, air mineral, family kit, alat kebersihan, hygiene kit, makanan siap saji, selimut, matras, terpal, hingga karung untuk kebutuhan darurat.
Pemkab Bekasi membuka dua mekanisme penyaluran bantuan, yakni melalui BPBD Kabupaten Bekasi atau disalurkan langsung ke titik-titik pengungsian di wilayah terdampak banjir. Skema ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dan pelaku usaha yang ingin berkontribusi.
“Bantuan Bapak dan Ibu dapat disampaikan melalui BPBD Kabupaten Bekasi atau langsung ke pos pengungsian di wilayah terdampak,” ujar Plt Bupati.
Untuk memperlancar koordinasi, Pemkab Bekasi juga menyediakan kontak person, yaitu Ahmad Erlangga (0813-8101-5150) dan Abdul Rahman (0887-8813-722), yang siap membantu proses distribusi bantuan.
Asep Surya Atmaja berharap, ajakan ini dapat menjadi gerakan solidaritas bersama antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, sehingga kebutuhan dasar warga terdampak banjir dapat segera terpenuhi.
“Kami berharap kepedulian ini menjadi gerakan bersama. Atas kontribusi dan perhatian masyarakat serta dunia usaha, kami sampaikan terima kasih,” pungkasnya.
