BEKASI, Faktaindonesianews – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi resmi meluncurkan program Ali Topan (Aksi Peduli Stop Boros Pangan), sebagai bagian dari Gerakan Selamatkan Pangan yang bertujuan menekan pemborosan makanan dan memperkuat ketahanan gizi masyarakat.
Program ini diperkenalkan oleh Asisten Daerah II Setda Kabupaten Bekasi Iwan Ridwan yang mewakili Bupati Bekasi, dalam sebuah acara di Nuanza Hotel, Kamis (24/4/2025). Dalam sambutannya, Iwan menyoroti urgensi penanganan limbah makanan atau food waste yang kini menjadi masalah nasional.
“Setiap orang menyumbang hampir satu kuintal makanan terbuang setiap tahunnya, sementara di sisi lain masih banyak masyarakat yang mengalami kerawanan pangan,” kata Iwan, mengutip data dari Badan Pangan yang mencatat Indonesia menghasilkan 23 hingga 48 juta ton limbah makanan setiap tahun antara 2000 hingga 2019.
Ia menyebut, kondisi ini juga terjadi di Kabupaten Bekasi yang dikenal sebagai daerah padat penduduk dan kawasan industri makanan. Hal ini mendorong lahirnya program Ali Topan Bekasi sebagai langkah konkret untuk mengubah pola konsumsi masyarakat dan memanfaatkan kelebihan pangan bagi mereka yang membutuhkan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi, Iman Santoso, menjelaskan bahwa program ini memiliki payung hukum berupa Surat Edaran Bupati Nomor 500.1.2.3/S.E-38/DKP/2025.
“Surat edaran ini akan kami gunakan untuk memperluas jangkauan gerakan hingga ke seluruh wilayah Kabupaten Bekasi, dengan dukungan penuh dari Diskominfosantik dalam melakukan sosialisasi publik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Iman menekankan bahwa Ali Topan bukan sebatas seremonial, tetapi merupakan langkah sistemik yang mencakup edukasi dan distribusi pangan. Dalam pelaksanaannya, Pemkab Bekasi bekerja sama dengan FOI Bekasi Raya untuk mendistribusikan makanan berlebih ke daerah rawan pangan sebagai upaya peningkatan gizi masyarakat.
Gerakan ini juga mengadopsi pendekatan pentahelix, dengan melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media, dan komunitas, untuk menciptakan sinergi menuju zero food loss and waste.
“Ali Topan Bekasi diharapkan dapat memberikan dampak nyata, mulai dari penyelamatan pangan, penguatan gizi, hingga mendorong peran aktif semua pihak,” ujar Iman.
Peluncuran program Ali Topan Bekasi menandai komitmen kuat Pemkab Bekasi dalam menangani isu limbah pangan secara kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, Bekasi menapaki langkah penting menuju masa depan yang lebih bijak dalam konsumsi dan lebih peduli terhadap sesama.






