Pemkab Ciamis Gelar Rapat Pleno TPAKD 2025, Dorong Akses Keuangan Inklusif dan Ekonomi Berkelanjutan

Pemkab Ciamis Gelar Rapat Pleno TPAKD 2025, Dorong Akses Keuangan Inklusif dan Ekonomi Berkelanjutan

CIAMIS, Faktaindonesianews.com — Pemerintah Kabupaten Ciamis terus memperkuat komitmennya dalam mendongkrak akses keuangan daerah dengan menggelar Rapat Pleno dan Penetapan Program Kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2025, yang berlangsung pada Kamis (22/05/2025) di Aula Dinas Pertanian Ciamis.

Acara strategis ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, bersama jajaran pimpinan OJK Tasikmalaya, Bank Indonesia Tasikmalaya, para kepala OPD, serta pimpinan perbankan dan jasa keuangan di wilayah Kabupaten Ciamis.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Sekda Andang menegaskan bahwa rapat pleno ini merupakan bagian penting dari siklus kerja TPAKD yang bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan.

“Melalui rapat pleno ini, kita berharap dapat memperkuat kelembagaan, infrastruktur, serta sumber daya TPAKD dalam mendukung pencapaian akses keuangan yang inklusif,” ucapnya.

Andang menekankan bahwa masih banyak potensi ekonomi masyarakat yang belum berkembang optimal, terutama di daerah pedesaan, akibat keterbatasan informasi, literasi, serta akses terhadap permodalan dan layanan keuangan.

“Kegiatan hari ini adalah langkah nyata dalam mendorong kemudahan akses keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal,” tambahnya.

Program kerja TPAKD 2025 diharapkan mampu menyasar masyarakat secara lebih luas, termasuk pelaku UMKM, koperasi, dan BUMDes, yang menjadi motor penggerak ekonomi rakyat. Dengan strategi inklusif, Pemkab ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap pentingnya berinvestasi, menabung, dan berwirausaha secara cerdas serta terintegrasi dengan layanan keuangan formal.

“Dengan optimalisasi TPAKD, kita ingin mendorong masyarakat untuk lebih gemar berwirausaha, menabung, serta memperkuat lembaga ekonomi lokal,” jelas Sekda Andang.

Ia juga menyoroti perlunya edukasi berkelanjutan tentang keuangan agar masyarakat tidak lagi terjebak dalam praktik pinjaman ilegal dan rentenir.

“Inklusi keuangan adalah salah satu kunci untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang sehat, mengurangi angka kemiskinan, serta mempersempit kesenjangan sosial-ekonomi,” tegasnya.

Melalui rapat pleno ini, Pemkab Ciamis berharap terwujudnya peta jalan yang jelas dan aplikatif untuk mempercepat transformasi ekonomi daerah yang tangguh dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Kabupaten Ciamis sebagai daerah maju berbasis potensi lokal.

Pos terkait