Faktaindonesianews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus mempercepat pemenuhan kebutuhan Penerangan Jalan Umum (PJU) di seluruh wilayah. Dengan cakupan wilayah yang luas dan terdiri dari 42 kecamatan, Garut menargetkan kebutuhan ideal mencapai 36 ribu titik PJU guna menunjang keselamatan dan aktivitas masyarakat.
Saat ini, jumlah PJU yang terpasang memang terus bertambah. Sebelumnya, pemasangan baru mencapai sekitar 1.500 titik di sejumlah jalur strategis seperti arah Pameungpeuk, Bungbulang, hingga kawasan perkotaan seperti Jalan Sudirman. Kini, angka tersebut telah berkembang menjadi lebih dari 3.736 titik, termasuk di wilayah Priangan Timur seperti Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, hingga Kabupaten Pangandaran.
Meski begitu, Pemkab Garut mengakui masih menghadapi keterbatasan anggaran. Fokus saat ini tidak hanya pada penambahan, tetapi juga perawatan dan perbaikan PJU yang sudah ada. Upaya penambahan tetap dilakukan melalui pengajuan bantuan ke pemerintah pusat dan provinsi.
Di sisi lain, masyarakat menilai keberadaan PJU sangat krusial. Selain memberikan rasa aman dan nyaman, penerangan jalan juga dinilai mampu mendukung aktivitas ekonomi warga, terutama pada malam hingga dini hari.
“Jalan yang terang membuat kami merasa lebih aman, sekaligus membantu aktivitas ekonomi tetap berjalan,” ujar salah seorang warga.
Warga juga mendorong Dinas Perhubungan agar lebih aktif dalam melakukan pengawasan. Mereka berharap petugas tidak hanya menunggu laporan, tetapi juga melakukan pengecekan rutin di lapangan, mengingat berbagai permasalahan seperti pencurian kabel dan kerusakan lampu sering terjadi.
“Harus ada langkah cepat dan konkret, jangan hanya menunggu laporan masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, peningkatan pengawasan aset PJU dinilai penting agar setiap gangguan dapat segera ditangani. Dinas Perhubungan didorong menghadirkan inovasi baru, termasuk optimalisasi peran petugas lapangan agar respons terhadap kerusakan bisa lebih cepat dan efisien.
Partisipasi masyarakat juga menjadi kunci. Warga diimbau untuk aktif melaporkan jika menemukan PJU yang tidak berfungsi. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan sistem penerangan jalan dapat berjalan optimal.
Berdasarkan laporan yang beredar, proses pengadaan PJU sejauh ini tidak menemui kendala berarti dan telah melalui pengawasan pihak terkait, termasuk dari pemerintah daerah dan aparat pengawas.
