Pemkot Bandung Perkuat Penanggulangan HIV/AIDS Lewat Kolaborasi OMS dan Komunitas

Faktaindonesianews.com, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat upaya penanggulangan HIV/AIDS melalui kolaborasi dengan berbagai Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dan Organisasi Berbasis Komunitas (OBK). Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk memperluas jangkauan pencegahan, deteksi dini, pendampingan, hingga peningkatan kualitas hidup Orang dengan HIV (ODHIV) di Kota Bandung.

Kolaborasi tersebut dinilai penting karena OMS dan komunitas memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjangkau kelompok masyarakat yang rentan, menemukan kasus baru, memberikan edukasi, serta mendampingi ODHIV agar dapat mengakses layanan kesehatan dan dukungan sosial secara optimal.

Bacaan Lainnya

Melalui keterlibatan aktif organisasi masyarakat sipil, pemerintah berharap program penanggulangan HIV/AIDS dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau masyarakat yang selama ini sulit mengakses layanan kesehatan formal.

Dorong Skema Social Contracting

Sebagai bentuk penguatan peran masyarakat dalam penanganan HIV/AIDS, Pemkot Bandung mendorong penerapan mekanisme social contracting atau kontrak sosial antara pemerintah daerah dan OMS.

Skema tersebut memungkinkan organisasi masyarakat sipil terlibat secara lebih formal dalam pelaksanaan berbagai program penanggulangan HIV yang didukung pemerintah daerah.

Komitmen ini mulai diwujudkan pada tahun 2025 melalui sejumlah forum diskusi yang melibatkan OMS, OBK, dan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bandung untuk menyusun isu-isu prioritas yang akan dimasukkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026.

Dalam forum tersebut, sejumlah program strategis menjadi fokus pembahasan, mulai dari deteksi dini HIV bagi populasi kunci, penguatan peran Warga Peduli AIDS (WPA), hingga peningkatan sosialisasi dan edukasi HIV/AIDS kepada masyarakat.

Selain menjadi wadah bertukar gagasan, forum tersebut juga menghasilkan berbagai langkah konkret untuk memperluas jangkauan layanan dan memperkuat upaya pencegahan HIV/AIDS di Kota Bandung.

Kolaborasi Lintas Sektor Terus Diperkuat

Implementasi kerja sama melalui skema kontrak sosial kini mulai dijalankan di berbagai sektor.

LSM Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kota Bandung misalnya, menjalin kerja sama dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bandung dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) dalam berbagai program penanggulangan HIV/AIDS.

Selain itu, komunitas Grapiks Kota Bandung bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), organisasi Female bermitra dengan Kementerian Sosial, sementara Rumah Cemara berkolaborasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga.

Dukungan terhadap penanggulangan HIV/AIDS juga diperkuat melalui kerja sama komunitas dengan Baznas Kota Bandung dalam berbagai program pemberdayaan dan pendampingan masyarakat.

Berbagai kemitraan tersebut menunjukkan bahwa penanganan HIV/AIDS tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah, komunitas, fasilitas kesehatan, dunia usaha, hingga masyarakat luas.

Farhan: Hentikan Stigma terhadap ODHIV

Komitmen Pemkot Bandung dalam penanggulangan HIV/AIDS sebelumnya juga ditegaskan oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menghadiri peringatan Hari AIDS Sedunia Kota Bandung pada Desember 2025.

Farhan menilai HIV/AIDS bukan semata persoalan kesehatan, tetapi juga persoalan sosial yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar dalam penanggulangan HIV/AIDS adalah masih adanya stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV yang dapat menghambat proses pencegahan, pemeriksaan, pengobatan, hingga pendampingan.

“Ketidakterbukaan sering terjadi karena adanya stigmatisasi. Saya yakin masih ada yang menganggap HIV/AIDS sebagai penyakit kutukan. Stigma seperti ini harus dihentikan. Setiap persoalan peradaban harus dijawab dengan solusi peradaban, yaitu melalui ilmu pengetahuan dan kesadaran kolektif,” ujar Farhan.

Ia juga menegaskan tekad Pemkot Bandung untuk mewujudkan target nihil kematian akibat AIDS, nihil stigma terhadap ODHIV, dan nihil kasus baru HIV melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

OMS Apresiasi Ruang Kolaborasi yang Dibuka Pemkot

Direktur PKBI Kota Bandung, Nunuk Kusniati, menyambut positif komitmen Pemkot Bandung yang terus membuka ruang kolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil dan komunitas dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS.

Menurut Nunuk, OMS memiliki peran penting dalam menjangkau populasi yang sulit mengakses layanan kesehatan, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta mendampingi ODHIV agar memperoleh layanan kesehatan dan dukungan sosial yang dibutuhkan.

“Kami mengapresiasi komitmen Pemkot Bandung yang selama ini memberikan ruang bagi OMS dan komunitas untuk terlibat dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan program penanggulangan HIV/AIDS. Kolaborasi seperti ini sangat penting karena penanggulangan HIV/AIDS tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat,” kata Nunuk.

Ia berharap sinergi yang telah terjalin antara pemerintah, komunitas, fasilitas layanan kesehatan, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dapat terus diperkuat guna mempercepat pencapaian target penanggulangan HIV/AIDS di Kota Bandung.

Pos terkait