BOGOR, Faktaindonesianews.com — Pemerintah Kota Bogor terus mendorong transformasi birokrasi melalui peluncuran Reform Corner 5.0, Kamis (22/5/2025), di Padjadjaran Suites Resort and Convention Hotel. Acara yang mengusung tema “Kota Bogor Melayani: Menuju Pelayanan Publik yang Berkualitas, Inklusif, dan Bebas Maladministrasi” ini secara resmi dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bogor, Hanafi.
Dalam sambutannya, Hanafi menekankan pentingnya perubahan paradigma pelayanan publik yang berfokus pada perbaikan mindset aparatur dan adaptasi terhadap regulasi. Ia menegaskan, aturan akan menjadi tidak berarti jika tidak dijalankan dengan sungguh-sungguh oleh pelaksana.
“Aturan hanya tinggal aturan jika pelaksanaannya tidak bagus. Perubahan harus dimulai dari individu, dengan adaptasi pada kondisi dan regulasi yang berlaku,” ujar Hanafi.
Ia mengakui bahwa kualitas pelayanan publik di Kota Bogor masih perlu banyak perbaikan. Namun, ia memastikan bahwa evaluasi internal rutin dan penilaian eksternal dari KemenPAN-RB, Ombudsman RI, serta lembaga pengawas lainnya terus menjadi acuan dalam mengukur kinerja dan mempercepat pembenahan.
Kepala Bagian Organisasi Setda Kota Bogor, Henny Nurliani, menyebut Reform Corner 5.0 sebagai bentuk nyata komitmen reformasi birokrasi. Program ini sejalan dengan peta jalan Tim Reformasi Birokrasi Nasional 2020–2025 yang menekankan pentingnya pelayanan publik yang merata dan inklusif.
“Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat komitmen mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas, inklusif, dan bebas dari maladministrasi,” kata Henny.
Lebih dari sekadar forum diskusi, Reform Corner 5.0 menjadi wadah evaluasi berkala, pengembangan inovasi pelayanan, serta penguatan sinergi internal dan eksternal. Program ini juga memprioritaskan hak dan aksesibilitas kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, perempuan, dan masyarakat berpenghasilan rendah.
Peluncuran Reform Corner 5.0 menandai langkah strategis Pemkot Bogor dalam memperkuat pelayanan publik yang inklusif, adaptif, dan bebas maladministrasi. Dengan kolaborasi semua pemangku kepentingan dan perubahan yang dimulai dari individu, Kota Bogor menegaskan komitmennya sebagai kota yang melayani dengan sepenuh hati, untuk semua warga tanpa terkecuali.
