Faktaindonesianews.com, Bandung – Suasana berbeda tampak di Pendopo Kota Bandung pada Sabtu, 7 Maret 2026. Jika biasanya kawasan pendopo dipenuhi lantunan pengajian atau alunan musik tradisional, kali ini suasana berubah lebih meriah dengan hadirnya deru motor besar dari komunitas Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) Bandung. Komunitas otomotif tersebut menggelar kegiatan sosial Ramadan bertajuk “1 Hari – 1.000 Senyum”, yang diisi dengan berbagai aktivitas berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang memberikan apresiasi terhadap inisiatif sosial yang dilakukan oleh komunitas motor besar tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan bahwa komunitas otomotif tidak hanya menjadi wadah bagi para pecinta kendaraan, tetapi juga dapat berperan aktif dalam kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Farhan mengawali dengan mengungkapkan rasa syukur karena seluruh peserta yang hadir dapat berkumpul dalam keadaan sehat dan penuh kebersamaan di bulan suci Ramadan.
“Doa yang kita panjatkan tadi merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Kita masih diberi kesehatan lahir dan batin sehingga bisa berkumpul, berkomunitas, berkarya, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Farhan di hadapan para peserta.
Farhan juga mengaku senang karena keluarga besar HDCI Bandung memilih Pendopo Kota Bandung sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pendopo bukan hanya tempat resmi pemerintahan, tetapi juga merupakan rumah bersama bagi seluruh warga Kota Bandung, termasuk berbagai komunitas yang ada di kota ini.
“Biasanya di Pendopo ini kita lebih sering mendengar suara pengajian, gamelan, atau musik. Baru kali ini suasananya berbeda dengan suara knalpot motor. Tapi justru di situlah keindahannya, karena Pendopo adalah rumah bagi semua warga Bandung,” kata Farhan yang langsung disambut tepuk tangan para peserta.
Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga menyoroti budaya komunitas yang sangat kuat di Kota Bandung. Ia menyebut Bandung dikenal luas sebagai kota yang hidup dengan berbagai komunitas kreatif, mulai dari seni, budaya, hingga otomotif.
Menurutnya, dinamika yang terjadi di dalam komunitas adalah hal yang wajar, selama semua pihak mampu menjaga semangat kebersamaan dan persaudaraan.
“Perbedaan dan dinamika pasti ada di setiap komunitas. Yang penting kita menyelesaikannya dengan pikiran terbuka, kepala dingin, dan hati yang lapang. Itulah yang membuat Bandung tidak hanya sejuk udaranya, tetapi juga hangat orang-orangnya,” ujarnya.
Farhan menilai kegiatan berbagi bersama anak-anak yatim dalam momentum Ramadan memiliki makna yang sangat mendalam. Ia berharap doa-doa yang dipanjatkan oleh anak-anak tersebut dapat membawa keberkahan bagi Kota Bandung dan seluruh masyarakatnya.
“Kita memuliakan anak-anak yatim. Mudah-mudahan doa mereka menjadi keberkahan bagi Kota Bandung agar tetap menjadi kota yang sejahtera, unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis,” tutur Farhan.
Di akhir sambutannya, Farhan juga memberikan apresiasi kepada komunitas HDCI yang dinilai memiliki solidaritas kuat serta kepedulian sosial yang tinggi. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga komunitas otomotif tidak hanya dikenal karena hobinya, tetapi juga karena kontribusinya bagi masyarakat.






