PKM Unggulan Universitas Galuh Dorong UMKM Kerajinan Kelapa Beralih ke Sistem Digital, Tingkatkan Akurasi Pencatatan Usaha

PKM Unggulan Universitas Galuh Dorong UMKM Kerajinan Kelapa Beralih ke Sistem Digital, Tingkatkan Akurasi Pencatatan Usaha

Ciamis, Faktaindonesianews.com – Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Unggulan Universitas Galuh di Desa Panyingkiran, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, memberikan angin segar bagi pelaku UMKM kerajinan berbahan dasar kelapa. Melalui rangkaian pelatihan selama enam bulan, program ini mendorong UMKM beralih dari pencatatan manual menuju sistem pencatatan digital berbasis aplikasi RANDU yang mencakup fitur POS, jurnal, inventori, hingga manufaktur.

Pelatihan tersebut terbukti meningkatkan kemampuan peserta dalam mencatat stok, transaksi penjualan, hingga perhitungan biaya secara lebih akurat, terstruktur, dan real time. Kegiatan dilaksanakan di ruang pelatihan desa serta lokasi produksi mitra utama, PT Laksana Three Karya, produsen kerajinan berbahan dasar kelapa yang menghasilkan berbagai produk seperti keset, peci, dan olahan turunan kelapa lainnya. Tidak hanya dipasarkan di wilayah Jawa, produk perusahaan ini kini mulai merambah pasar wisata religi dan budaya di Lembur Pakuan, Subang, daerah tempat tinggal Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Bacaan Lainnya

Selama program berlangsung, tim Universitas Galuh memberikan pendampingan intensif melalui sesi ceramah, praktik langsung, coaching clinic, serta kunjungan lapangan. Beberapa pelatihan tercatat digelar pada 31 November, 1 Oktober, dan 18 Oktober.

Direktur PT Laksana Three Karya, Nurul Huda, menyambut baik pendampingan ini. Ia mengaku pencatatan transaksi selama ini masih dilakukan secara manual dan sering kali menimbulkan ketidakteraturan data.

“Kami jadi tahu bagaimana mencatat stok, biaya produksi, sampai HPP dengan benar. Aplikasi RANDU juga mudah digunakan,” ungkap Nurul, Kamis (4/12/2025). Ia berharap pendampingan dapat berlanjut agar pengusaha semakin mantap dalam menerapkan pencatatan digital, terlebih untuk pengelolaan stok dan perhitungan HPP yang menjadi kunci efisiensi usaha.

Program PKM ini juga menjadi jawaban atas sejumlah persoalan manajemen yang dihadapi pelaku UMKM, mulai dari tidaknya stock opname, piutang yang tidak tercatat, hingga lemahnya pengawasan arus kas. Melalui pelatihan akuntansi sederhana dan pengenalan template laporan digital, peserta semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan modern.

Ketua Tim PKM Unggulan Universitas Galuh, Lia Yulia, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi, terutama saat simulasi pencatatan transaksi. Hasilnya, 6 dari 10 peserta kini mampu melakukan pencatatan digital secara mandiri.

“Perubahan perilaku pencatatan mitra cukup signifikan. Model pelatihannya juga mudah diterapkan dan peserta sangat kooperatif. Meski masih butuh pendampingan lanjutan, tujuan utama program sudah tercapai,” ujarnya.

Pos terkait