BANDUNG, Faktaindonesianews.com — Kepala Sentra Wyata Guna, Sri Harijati, menegaskan relokasi sementara murid-murid Sekolah Luar Biasa (SLB) ke lokasi di Cicendo dilakukan atas dasar pertimbangan keselamatan. Langkah ini menyusul rencana penataan dan pembersihan gedung tempat belajar mereka agar menjadi lebih aman dan layak digunakan.
“Penataan ruangan dan rehabilitasi dilakukan agar ruang-ruang yang ada bisa lebih aman dan layak digunakan oleh anak-anak. Ini demi keselamatan bersama,” jelas Sri Harijati, Senin (19/5/2025).
Gedung SLB Tetap Berfungsi Sesuai Peruntukan
Sri Harijati memastikan gedung SLB di Sentra Wyata Guna tetap digunakan sesuai fungsi semula tanpa ada perubahan atau alih fungsi. Sementara itu, Sekolah Rakyat akan menempati gedung lain di dalam kompleks Wyata Guna yang sedang menjalani rehabilitasi khususnya di bagian atap dan disiapkan menjadi empat ruang kelas untuk kegiatan belajar mengajar.
Tidak Ada Perubahan Struktur, Hanya Pemeliharaan dan Pembersihan
Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Kota Bandung, Bambang Suhari, menegaskan bahwa rehabilitasi ini bukan pembongkaran, melainkan hanya pembersihan dan pemeliharaan bangunan yang terakhir dilakukan pada tahun 1996.
“Selama tidak ada perubahan fungsi atau struktur, maka tidak diperlukan pengajuan PBG baru,” jelas Bambang, merujuk pada Pasal 262 Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 yang mengatur kewajiban pemeliharaan bangunan selama IMB masih berlaku.
Anak SLB Kembali ke Ruang Belajar Asli Setelah Penataan
Setelah proses pembersihan selesai, murid SLB akan segera kembali ke ruang belajar semula. Fungsi tata ruang dan asrama tetap seperti sebelumnya tanpa perubahan berarti.
Keputusan ini menjadi solusi terbaik bagi semua pihak, memungkinkan anak-anak SLB belajar di lingkungan yang mereka kenal dan adaptasi dengan nyaman, sementara Sekolah Rakyat tetap berjalan di gedung terpisah dalam area Wyata Guna.
Penataan tersebut mengedepankan prinsip inklusi dan keberlanjutan, tanpa mengorbankan hak-hak anak berkebutuhan khusus.
Relokasi sementara murid SLB Sentra Wyata Guna sebagai langkah keselamatan sejalan dengan rehabilitasi gedung tanpa mengubah fungsi. Dengan prinsip inklusivitas, penataan ini memastikan ruang belajar yang lebih aman dan nyaman, serta keberlangsungan pendidikan anak berkebutuhan khusus tetap terjaga.
