Jakarta, Faktaindonesianews.com — Sebuah studi terbaru kembali menegaskan status kimchi, makanan fermentasi khas Korea Selatan, sebagai superfood alami dengan manfaat luar biasa bagi tubuh. Tak hanya memperkuat sistem imun, riset ini bahkan mengungkap bahwa kimchi efektif membantu mencegah kanker serta memperbaiki kesehatan metabolik.
Penelitian yang dilakukan oleh College of Agriculture, Health and Natural Resources (CAHNR) di University of Connecticut menunjukkan bahwa rutin mengonsumsi kimchi berkaitan dengan penurunan kadar gula darah, trigliserida, dan tekanan darah secara signifikan.
Kimchi diketahui mengandung probiotik alami — bakteri baik yang membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus. Ketidakseimbangan mikrobioma inilah yang selama ini kerap dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker usus besar.
“Mengingat pentingnya kesehatan usus terhadap peradangan, sistem imun, dan fungsi metabolik, saya melihat kimchi sebagai komponen bernilai dalam pola makan sehat untuk jantung sekaligus menurunkan risiko kanker,” ujar Dr. Kavin Mistry, pakar umur panjang dan ahli neuroradiologi, dikutip dari Daily Mail, Minggu (12/10).
Efek Kimchi pada Gula Darah dan Tekanan Darah
Peneliti mengulas sembilan studi berbeda dengan hampir 43 ribu partisipan selama periode 2011 hingga 2023. Hasilnya menunjukkan korelasi kuat antara konsumsi kimchi dan kesehatan metabolik:
-
Gula Darah: Partisipan yang rutin mengonsumsi kimchi memiliki kadar gula darah puasa lebih rendah.
-
Trigliserida dan Tekanan Darah: Konsumsi kimchi menurunkan kadar trigliserida hingga 29 mg/dL, serta menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 3,48 mmHg dan diastolik sebesar 2,68 mmHg.
Angka ini menunjukkan efek positif yang signifikan terhadap kesehatan jantung dan pengendalian diabetes.
“Dalam pengaturan klinis, bahkan penurunan 5 mmHg sudah dianggap besar. Jadi melihat hasil serupa dari makanan fermentasi tanpa obat adalah temuan yang menjanjikan,” kata Profesor Ock Chun, penulis utama studi tersebut.
Pelindung Alami dari Kanker Usus
Penelitian di Korea Selatan (2020) juga menemukan bahwa kimchi mampu mengubah komposisi mikrobioma usus secara positif, sehingga mencegah kanker kolitis dan pertumbuhan tumor jinak (adenoma) di usus besar.
Sementara studi lain pada 2022 menunjukkan bahwa mikrobioma sehat dapat melindungi tubuh dari patogen berbahaya, mengurangi peradangan, serta memperkuat respon imun alami terhadap sel kanker.
“Perubahan pada mikrobiota usus terbukti berpengaruh besar terhadap pembentukan lesi pra-kanker dan perkembangan kanker kolorektal,” tulis para peneliti.






