Rumah Tasya Farasya Retak Meski Belum Setahun Ditempati, Biaya Perbaikan Disebut Capai Miliaran Rupiah

Faktaindonesianews.com – Rumah mewah milik beauty creator sekaligus pebisnis Tasya Farasya mengalami kerusakan meski belum genap setahun ditempati. Sejumlah bagian bangunan dilaporkan retak, bahkan pemeriksaan awal menemukan dugaan ketidaksesuaian pengerjaan pada struktur rumah.

Tasya mengungkapkan kondisi tersebut melalui unggahan Instagram Story di akun @tasyafarasya pada Sabtu (24/10/2026). Dalam video yang dibagikan, terdengar suara palu dan aktivitas pekerja yang tengah melakukan perbaikan di rumahnya.

Bacaan Lainnya

Ia mengaku heran karena kerusakan ditemukan di sejumlah bagian bangunan. Salah satu temuan yang menjadi sorotan adalah dugaan penggunaan material kayu pada bagian yang menurutnya seharusnya menggunakan besi.

“Banyak sekali tukang di rumahku. Kenapa? Karena bangunannya retak semua. Kenapa kok bisa retak semua? Karena yang seharusnya ditemukan ada besi, eh malah jadinya ada kayu,” ujar Tasya dalam unggahannya.

Biaya Perbaikan Rumah Disebut Mencapai Ratusan Juta hingga Miliaran Rupiah

Selain mempertanyakan penyebab kerusakan, Tasya juga menyoroti besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki rumah tersebut. Ia menyebut pengeluaran tambahan untuk menangani kerusakan bangunan tidak sedikit.

Dengan nada bercanda, Tasya mengungkapkan bahwa dirinya harus kembali mengeluarkan uang untuk perbaikan, meskipun proses pembangunan rumah sebelumnya telah menghabiskan waktu bertahun-tahun.

“Eh, eh, kira-kira kalau kayak gini tuh bayar lagi enggak, sih? Bayar lagi! Ratusan juta, miliaran, lho. Ho-oh, ah gila, can’t wait hambur-hamburkan uangku ya, hahaha,” ucapnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan kekecewaan Tasya atas kondisi rumah yang mengalami kerusakan setelah proses pembangunan panjang. Meski begitu, penyebab pasti kerusakan dan rincian biaya perbaikan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sambungan Kolom dan Dinding Diduga Bermasalah

Mengutip pemberitaan detikProperti, pemeriksaan awal menemukan dugaan masalah pada sambungan struktur kolom dengan dinding bata ringan atau hebel. Sambungan tersebut disebut tidak dilengkapi besi penghubung sebagaimana yang seharusnya terdapat pada bagian tersebut.

Kondisi itu diduga membuat dinding di sisi kolom mengalami retak. Bahkan, terdapat bagian yang terlihat terpisah dari struktur di dekatnya.

Pemeriksaan juga mengarah pada dugaan bahwa sejumlah pekerjaan konstruksi tidak sesuai dengan standar pengerjaan atau gambar perencanaan arsitek. Namun, temuan awal tersebut belum dapat dianggap sebagai kesimpulan akhir mengenai penyebab kerusakan seluruh bangunan.

Untuk memastikan kondisi struktur, sejumlah bagian rumah harus dibongkar agar pekerja dapat memeriksa bagian yang tertutup dan menentukan metode perbaikan yang diperlukan.

Langkah pemeriksaan ini penting karena keretakan bangunan dapat memiliki penyebab berbeda, mulai dari masalah pada sambungan, material, hingga pergerakan struktur. Penanganannya perlu menyesuaikan hasil pemeriksaan teknis di lapangan.

Lantai Area Kolam Renang Ikut Mengalami Penurunan

Kerusakan yang ditemukan tidak hanya berupa retakan pada dinding. Area kolam renang di rumah Tasya juga dilaporkan mengalami penurunan permukaan.

Indikasinya terlihat pada posisi lantai marmer yang berada di bawah garis cat, meskipun pengecatan disebut baru dilakukan sekitar tujuh bulan sebelumnya.

Temuan tersebut menambah perhatian terhadap kondisi bangunan karena kerusakan terjadi pada lebih dari satu area. Meski demikian, penyebab penurunan permukaan di sekitar kolam renang belum dapat dipastikan tanpa pemeriksaan teknis lebih lanjut.

Setelah kerusakan diketahui, perbaikan mulai dilakukan di sejumlah bagian rumah. Aktivitas pekerja bahkan disebut berlangsung hingga malam hari, sekitar pukul 22.00 WIB.

Tasya juga mengungkapkan kekhawatirannya mengenai kemungkinan munculnya retakan baru setelah perbaikan selesai. Menurut informasi yang diterimanya, kerusakan berpotensi kembali muncul di lokasi berbeda.

“Dan yang serunya lagi adalah setelah retak, kalau misalnya nanti udah dibetulin, bisa jadi retaknya tumbuh di tempat lain. Wah, I can’t wait! Setelah pembangunan enam tahun ternyata retak itu akan ada lagi. Jadi memang aku itu harus membangun terus,” tuturnya.

Rumah Dibangun Selama Enam Tahun

Rumah Tasya sebelumnya menjalani proses pembangunan yang cukup panjang, yakni sekitar enam tahun sejak 2020. Selama proses tersebut, rumah dirancang dengan empat lantai dan sejumlah konsep interior, termasuk gaya modern French dan modern.

Selain berfungsi sebagai tempat tinggal, rumah itu juga dilengkapi studio khusus untuk mendukung aktivitas Tasya sebagai kreator konten dan pebisnis. Sejumlah perabot di dalamnya dibuat secara khusus atau dipesan sesuai kebutuhan.

Proses pembangunan rumah tersebut dimulai ketika Tasya masih bersama mantan suaminya, Ahmad Assegaf. Setelah keduanya berpisah, pengerjaan rumah kemudian dipercepat hingga akhirnya selesai dalam beberapa bulan.

Kini, rumah yang sebelumnya diperlihatkan melalui berbagai unggahan media sosial itu kembali menjalani pekerjaan konstruksi untuk menangani kerusakan.

Pos terkait