Bekasi, Faktaindonesianews.com – Pemerintah Kabupaten Bekasi menilai persoalan sampah di aliran sungai masih menjadi tantangan serius, meski berbagai upaya penanganan terus dilakukan. Hal ini terungkap setelah jajaran Pemkab Bekasi terlibat langsung dalam kegiatan bersih-bersih Sungai Blencong sepanjang kurang lebih 10 kilometer di Desa Pantai Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Sabtu (13/12/2025).
Aksi tersebut digelar oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 0509 Kabupaten Bekasi sebagai bagian dari mitigasi banjir sekaligus upaya perlindungan lingkungan di wilayah utara Kabupaten Bekasi yang rawan genangan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kodim 0509 yang dinilainya memberikan dampak nyata dalam menjaga kebersihan sungai dan menekan potensi banjir.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bekasi, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menjaga kebersihan sungai sekaligus mengurangi risiko banjir,” ujar Endin di sela kegiatan.
Endin mengakui, kondisi Sungai Blencong saat ini masih dipenuhi volume sampah yang cukup besar, sehingga penanganannya tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan keterlibatan lintas sektor dan konsistensi dalam jangka panjang.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai unsur ikut terlibat, mulai dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, pemerintah kecamatan, hingga aparat kewilayahan. Ratusan personel dikerahkan untuk mengangkat sampah yang menyumbat aliran sungai.
“Kita lihat sendiri di lapangan, sampahnya sangat banyak. Personel yang terlibat juga tidak sedikit. Ini menunjukkan bahwa persoalan lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” kata Endin.
Ia menegaskan, kegiatan bersih sungai tidak boleh berhenti pada aksi simbolik semata. Ke depan, pelibatan masyarakat secara aktif menjadi kunci agar upaya ini berjalan berkelanjutan dan berdampak nyata.
“Kepedulian lingkungan harus tumbuh dari masyarakat. Kalau masyarakat ikut menjaga, sungai bisa tetap bersih dan manfaatnya bisa dirasakan bersama,” ujarnya.
Selain aksi pembersihan, Pemkab Bekasi juga telah melakukan penertiban bangunan liar di bantaran sungai, khususnya di wilayah utara. Langkah ini dinilai penting untuk mengembalikan fungsi sungai sekaligus mengurangi risiko banjir saat curah hujan tinggi.
“Jika sungai bersih, alirannya lancar, dan bantaran tertata, maka potensi banjir bisa ditekan dan kualitas lingkungan akan jauh lebih baik,” ungkap Endin.
Sementara itu, Komandan Kodim 0509 Kabupaten Bekasi, Sabdho Aji Wibowo, menjelaskan bahwa kegiatan bersih Sungai Blencong dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi peningkatan curah hujan dan cuaca ekstrem.
Menurutnya, normalisasi sungai tidak hanya soal mengangkat sampah, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga sungai sebagai sumber kehidupan.
“Kegiatan ini merupakan langkah antisipasi menghadapi musim hujan. Kami ingin menormalisasi sungai sekaligus mengajak masyarakat menjaga sungai agar tetap bersih dan berfungsi optimal,” ujar Sabdho.
Ia menambahkan, aksi bersih sungai tersebut juga menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Kodam Jaya ke-76, yang diisi dengan kegiatan sosial dan lingkungan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi memberi manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat Kabupaten Bekasi,” pungkas Sabdho.






