Jakarta, Faktaindonesianews.com – Aksi tawuran antarkelompok di kawasan Belawan, Kota Medan, kembali menelan korban tak bersalah. Seorang anak perempuan berusia lima tahun terkena peluru nyasar senapan angin di bagian pelipis mata kanan saat sedang bersama orang tuanya. Peristiwa memilukan itu terjadi pada Senin (5/1) malam sekitar pukul 19.30 WIB di Jalan Medan–Belawan.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, tim gabungan Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumatera Utara bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hasilnya, polisi berhasil menangkap tiga orang pelaku tawuran yang diduga kuat terlibat langsung dalam insiden tersebut.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Agus Purnomo, mengungkapkan ketiga tersangka masing-masing berinisial Rafli (21), Iqbal (20), dan Aditya (18). Ketiganya diketahui merupakan warga Kelurahan Belawan Bahari.
“Penangkapan terhadap ketiga tersangka dilakukan dalam dua tahap operasi yang dimulai pada 6 Januari 2026 sekitar pukul 02.30 WIB,” ujar AKP Agus Purnomo, Kamis (8/1).
Dalam operasi penangkapan tahap pertama, polisi berhasil mengamankan Rafli dan Aditya. Sementara tersangka Iqbal ditangkap pada operasi lanjutan. Selain mengamankan para pelaku, petugas juga menyita empat senjata tajam jenis celurit yang diduga digunakan dalam aksi tawuran tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ketiga tersangka mengakui keterlibatan mereka. Rafli diketahui berperan sebagai pihak yang membawa senapan angin sekaligus mengumpulkan para pelaku untuk melakukan tawuran. Sementara Iqbal mengaku ikut terlibat dan menyediakan senjata tajam bagi kelompoknya. Adapun Aditya mengaku terlibat karena dorongan rasa dendam terhadap kelompok lawan.
“Ketiga tersangka mengakui peran masing-masing dalam aksi tawuran tersebut,” jelas AKP Agus.
Saat ini, ketiga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Pelabuhan Belawan. Polisi juga memastikan proses pengembangan kasus terus dilakukan untuk memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam tawuran tersebut.
Sementara itu, korban bocah lima tahun tersebut diketahui tengah menaiki becak bermotor (bentor) bersama orang tuanya saat peluru senapan angin mengenai kepalanya. Insiden ini sontak memicu keprihatinan publik karena korban sama sekali tidak terlibat dalam konflik.






