Faktaindonesianews.com, Bandung – Seorang perempuan asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, bernama Yuvita Tri Rezeki (29), kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin setelah diduga menjadi korban penyiksaan berat yang dilakukan oleh seorang pria berinisial Taufik Hidayat (30). Polisi saat ini masih memburu terduga pelaku yang diketahui telah melarikan diri.
Kondisi korban disebut sangat memprihatinkan. Adik kandung korban, Syahrul Ulum, mengungkapkan kakaknya mengalami luka serius pada sejumlah bagian tubuh hingga menyebabkan kecacatan permanen.
“Luka yang permanen, mata buta dan bibirnya tidak utuh. Rencananya mau operasi,” ujar Syahrul saat ditemui di kediamannya di Rancaekek, Senin (22/6).
Menurut keterangan keluarga, Yuvita diduga telah tinggal bersama terduga pelaku sejak tahun 2023. Sejak saat itu, korban tidak pernah kembali ke rumah dan komunikasi dengan keluarga sangat terbatas.
Syahrul mengaku keluarganya sempat berupaya mencari keberadaan sang kakak, bahkan pernah menyebarkan informasi melalui media sosial karena menganggap korban hilang. Namun, pada suatu waktu korban sempat menghubungi ayahnya dan menyampaikan bahwa dirinya dalam kondisi baik-baik saja serta meminta keluarga untuk tidak mencarinya lagi.
“Keluarga akhirnya mengira bahwa teteh baik-baik saja selama ini,” tutur Syahrul.
Setelah mendapatkan perawatan medis, kondisi korban kini mulai menunjukkan perkembangan. Meski belum dapat berbicara banyak, korban sudah mampu berkomunikasi secara terbatas dengan keluarganya.
Menurut Syahrul, hal pertama yang disampaikan kakaknya setelah sadar adalah permintaan maaf kepada keluarga.
“Ya omongan dari pertama teteh mah cuma minta maaf. Teteh juga minta maaf selama ini,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, memastikan pihak kepolisian telah membentuk tim gabungan untuk memburu terduga pelaku.
“Pelaku saat ini belum ditangkap. Kita baru membentuk tim gabungan,” ujarnya.
Hendra menjelaskan, penyidik hingga kini belum dapat mengambil keterangan resmi dari korban karena kondisi kesehatannya belum memungkinkan untuk memberikan keterangan secara jelas.
“Korban belum di-BAP karena belum bisa komunikasi dengan jelas,” katanya.
Meski demikian, polisi tetap melakukan serangkaian penyelidikan guna mengungkap secara menyeluruh dugaan tindak pidana yang menimpa korban.
Di sisi lain, Gubernur Dedi Mulyadi turut menjenguk korban di RSHS Bandung. Dedi mengaku sangat prihatin melihat kondisi Yuvita yang mengalami luka berat.
“Jujur saja, lihatnya pun enggak berani, enggak tega,” ungkap Dedi.
Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung hingga proses perawatan selesai.
“Seluruh biayanya saya tanggung sampai selesai. Jadi enggak usah lagi nyari ke BPJS atau ke mana-mana. Saya tanggung,” tegas Dedi.






