BANDUNG, Faktaindonesianews.com – Upaya memperkuat nilai-nilai keimanan dan ketakwaan di tengah masyarakat terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hal ini terlihat saat Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, meresmikan Masjid Midori yang terletak di Desa Mandalasari, Kecamatan Cikancung, Sabtu (17/5/2025).
Masjid yang berada di kawasan Perumahan La Verde Midori View ini diharapkan dapat menjadi sarana ibadah, dakwah, dan pendidikan akidah, khususnya bagi generasi muda. Meski berada di dalam kompleks perumahan, masjid ini terbuka untuk masyarakat luas.
“Saya berharap dengan selesainya masjid ini, masyarakat punya tempat untuk memperkuat keimanan dan menjadikan anak-anak kita lebih bermoral di tengah tantangan zaman digital,” ujar Erwan dalam sambutannya.
Menjawab Tantangan Degradasi Moral di Era Disrupsi
Dalam pidatonya, Erwan menyinggung persoalan serius yang kini mengancam generasi muda, yakni degradasi moral. Ia menyebutkan bahwa fenomena tawuran pelajar dan kekerasan antar anak muda menjadi bukti nyata bahwa banyak anak kehilangan pegangan moral yang kokoh.
“Saat ini kita menghadapi era disrupsi digital yang sangat masif. Banyak anak kehilangan arah karena kurangnya dasar keimanan. Masjid seperti ini bisa menjadi benteng utama dalam membentuk karakter mereka,” tuturnya.
Erwan juga menekankan pentingnya peran orang tua dan lingkungan dalam menjaga anak-anak dari pengaruh negatif digital. Menurutnya, masjid dapat menjadi pusat pembinaan karakter dan moral, sekaligus tempat belajar agama yang menyenangkan dan mendalam.
Masjid sebagai Pusat Pembinaan Akhlak
Lebih lanjut, Erwan mengungkapkan optimisme bahwa dengan banyaknya pembangunan masjid di pelosok desa, akan muncul generasi baru yang lebih kuat secara spiritual dan moral.
“Ketika anak-anak dibekali akidah dan keimanan yang baik sejak dini, orang tua pun akan lebih tenang melepas mereka meraih cita-cita. Masjid menjadi tempat terbaik dalam memulai perjalanan itu,” tegasnya.
Peresmian Masjid Midori menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat Cikancung, khususnya dalam memperkuat iman dan moral generasi muda. Di tengah gempuran disrupsi digital dan kemerosotan nilai, kehadiran masjid ini diharapkan mampu menjadi benteng moral dan tempat belajar agama yang membentuk karakter anak-anak menjadi pribadi yang berakhlak mulia. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga, cita-cita menciptakan generasi unggul tanah Pasundan bukan lagi mimpi.






