64 Warga Bandung Lulus Program Penanganan Putus Sekolah, Pemkot Targetkan Nol Putus Sekolah

64 Warga Bandung Lulus Program Penanganan Putus Sekolah, Pemkot Targetkan Nol Putus Sekolah

Bandung, Faktaindonesianews.com – Sebanyak 64 warga Kota Bandung lulusan Program Penanganan Putus Sekolah (P3S) yang digagas Karang Taruna Kecamatan Babakan Ciparay menerima ijazah pada acara wisuda di halaman Kantor Kelurahan Cirangrang, Minggu (10/8/2025).

Lulusan terdiri dari 9 peserta Paket A, 24 peserta Paket B, dan 27 peserta Paket C. Program ini merupakan hasil kerja sama Karang Taruna dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sejak tahun ajaran 2022/2023.

Bacaan Lainnya

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan komitmen Pemkot untuk memastikan tak ada lagi warga yang putus sekolah.

“Kami akan terus mendata kelompok fakir dan miskin, membiayai pendidikan mereka, dan mengubah mustahik menjadi muzakki,” ujarnya.

Erwin menyebut Pemkot setiap tahun mendukung sekitar 23.933 peserta pendidikan kesetaraan di PKBM. Anggaran yang dialokasikan mencapai Rp1,43 juta untuk Paket A, Rp1,63 juta untuk Paket B, dan Rp1,93 juta untuk Paket C per peserta usia di bawah 25 tahun.

Ia juga mendorong agar dana Prakarsa kelurahan sebesar Rp200 juta dapat digunakan untuk pendidikan.

“Kemiskinan sering kali berawal dari kurangnya pendidikan,” tegasnya.

Selain itu, Pemkot mengusung program Satu Keluarga Satu Sarjana, yang diharapkan bisa dimanfaatkan lulusan Paket C untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Ilmu adalah kunci mengubah kehidupan,” kata Erwin.

Ketua Karang Taruna Kota Bandung, Andri Gunawan, mengapresiasi dukungan Pemkot.

“Jika program ini dijalankan di 151 kelurahan, saya yakin angka putus sekolah di Kota Bandung bisa ditekan,” ujarnya.

Koordinator P3S Babakan Ciparay, Ansor Saeful Rohman, menyebut dua lulusan tahun ini melanjutkan ke SMA dan satu ke perguruan tinggi.

“Ini bukti bahwa asa untuk melanjutkan sekolah bisa dibangun kembali,” katanya.

Karang Taruna Babakan Ciparay juga mengembangkan Badan Usaha Milik Karang Taruna (BUMKar) untuk mendukung keberlanjutan program pendidikan.

Pos terkait