7 Bahaya Duduk Terlalu Lama yang Sering Diabaikan, Bisa Tingkatkan Risiko Kanker hingga Penyakit Jantung

Faktaindonesianews.com – Di era digital seperti sekarang, duduk terlalu lama sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang. Mulai dari bekerja di depan komputer, menghadiri rapat daring, hingga menikmati hiburan melalui gawai, sebagian besar aktivitas dilakukan dalam posisi duduk selama berjam-jam.

Sayangnya, kebiasaan ini bukan sekadar membuat tubuh terasa pegal. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko beragam penyakit kronis. Bahkan, sejumlah pakar kesehatan menyebut kebiasaan duduk terlalu lama sebagai “the new smoking” karena dampaknya yang dinilai sama seriusnya terhadap kesehatan.

Bacaan Lainnya

Berikut sejumlah bahaya duduk terlalu lama yang telah dibuktikan melalui berbagai penelitian.

1. Meningkatkan Risiko Kematian Akibat Kanker

Salah satu temuan terbaru mengungkap bahwa duduk terus-menerus selama lebih dari 30 menit dapat meningkatkan risiko kematian akibat kanker.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS Medicine melibatkan lebih dari 900 ribu peserta yang dipantau selama sekitar satu dekade. Hasilnya menunjukkan bahwa setiap tambahan waktu duduk tanpa jeda berkaitan dengan peningkatan risiko kematian akibat kanker.

Frederick Ho, penulis utama penelitian dari Glasgow University, mengatakan, “Data kami menunjukkan bahwa duduk selama lebih dari 30 menit berturut-turut sangat terkait dengan risiko kanker yang lebih tinggi. Kabar baiknya, mengurangi waktu duduk dengan sesuatu yang sederhana seperti berjalan kaki dapat memberikan perlindungan.”

Karena itu, disarankan untuk berdiri atau berjalan ringan setiap 30 menit agar tubuh tetap aktif.

2. Memicu Risiko Obesitas

Terlalu lama duduk juga berdampak pada proses metabolisme tubuh. Saat tubuh jarang bergerak, kemampuan otot dalam membantu mengolah gula dan lemak menjadi energi ikut menurun.

Akibatnya, lemak dan gula lebih mudah menumpuk sehingga meningkatkan risiko obesitas. Para ahli menyarankan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama sekitar 60 hingga 75 menit setiap hari untuk membantu mengimbangi dampak negatif dari terlalu banyak duduk.

3. Menyebabkan Gangguan pada Punggung dan Pinggul

Posisi duduk dalam waktu lama membuat otot fleksor pinggul menjadi lebih pendek dan kaku. Kondisi tersebut dapat mengganggu fungsi sendi di area pinggul serta memicu nyeri.

Selain itu, postur duduk yang kurang tepat juga memberi tekanan lebih besar pada tulang belakang. Jika dilakukan terus-menerus, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pada cakram tulang belakang hingga menimbulkan sakit punggung kronis.

Menjaga posisi duduk tetap tegak serta sesekali melakukan peregangan menjadi langkah sederhana untuk mengurangi risiko tersebut.

4. Meningkatkan Risiko Kecemasan dan Depresi

Tak hanya memengaruhi kesehatan fisik, duduk terlalu lama juga berkaitan dengan kesehatan mental.

Sebuah tinjauan yang diterbitkan dalam BMC Public Health menemukan adanya hubungan antara durasi duduk yang panjang dengan meningkatnya risiko kecemasan.

Penulis utama penelitian, Megan Teychenne, menyatakan, “Temuan dari tinjauan kami menunjukkan bahwa menghabiskan waktu lama dalam sehari dengan duduk dikaitkan dengan peningkatan risiko kecemasan.”

Kurangnya aktivitas fisik diketahui dapat menurunkan suasana hati, mengurangi energi, serta membuat seseorang lebih rentan mengalami stres hingga depresi.

5. Memperbesar Risiko Penyakit Jantung

Berbagai penelitian juga mengaitkan kebiasaan duduk terlalu lama dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular.

Sebuah studi menunjukkan bahwa orang yang menghabiskan lebih dari 10,6 jam sehari dalam kondisi minim aktivitas memiliki risiko gagal jantung dan kematian akibat penyakit kardiovaskular yang meningkat sekitar 40 hingga 60 persen.

Ahli kardiologi Ezimamaka Ajufo menegaskan, “Risiko gaya hidup sedentari tetap ada bahkan pada orang yang aktif secara fisik.”

Artinya, rutin berolahraga saja belum cukup jika sebagian besar waktu sehari tetap dihabiskan untuk duduk.

6. Meningkatkan Risiko Diabetes

Kurangnya aktivitas fisik juga berhubungan dengan meningkatnya risiko diabetes tipe 2.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine menunjukkan bahwa duduk terlalu lama dapat mengganggu metabolisme gula dan lemak dalam tubuh.

Menurut ahli dari Harvard Medical School, I-Min Lee, gangguan metabolisme tersebut berperan besar dalam meningkatkan risiko diabetes sekaligus penyakit jantung.

Karena itu, menjaga tubuh tetap aktif sepanjang hari menjadi bagian penting dalam mencegah gangguan metabolisme.

7. Memicu Gangguan Pembuluh Darah

Bahaya lain yang sering tidak disadari adalah meningkatnya risiko gangguan pada pembuluh darah.

Duduk terlalu lama membuat aliran darah di kaki menjadi lebih lambat sehingga darah dapat menumpuk dan memicu varises.

Dalam kondisi yang lebih serius, kebiasaan tersebut juga dapat menyebabkan Deep Vein Thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam, yaitu terbentuknya gumpalan darah pada pembuluh vena di kaki. Jika gumpalan darah berpindah ke paru-paru, kondisi ini dapat berkembang menjadi emboli paru yang berpotensi mengancam nyawa.

Pos terkait