Faktaindonesianews.com – Sorotan dunia tertuju ke Super Bowl Halftime Show 2026 yang akan digelar pada Senin (9/2) WIB. Tahun ini, panggung pertunjukan paruh waktu Super Bowl menjadi milik Bad Bunny, salah satu musisi Latin paling berpengaruh di era modern.
Saluran olahraga beIN Sports menyebut penampilan Bad Bunny sebagai tonggak sejarah bagi NFL sekaligus musik global. Ia menjadi artis Latin utama di ajang yang diperkirakan disaksikan lebih dari 100 juta penonton di seluruh dunia.
Kehadiran Bad Bunny di panggung Super Bowl kian istimewa setelah ia menyapu tiga piala Grammy Awards 2026, termasuk kategori paling prestisius Album of the Year lewat albumnya DeBÍ TiRAR MáS FOToS. Prestasi tersebut memperkuat statusnya sebagai figur sentral musik global saat ini.
Namun, penampilan Bad Bunny juga diwarnai kontroversi. Sejumlah pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan melontarkan ancaman dan menyerukan agar aparat imigrasi AS atau ICE mengawasi pertunjukan tersebut. Isu ini menambah ketegangan jelang Super Bowl yang selama ini dikenal bukan sekadar ajang olahraga, melainkan peristiwa budaya dunia.
Dari Band Kampus ke Panggung Global
Sejak pertama kali digelar pada 1967, Super Bowl Halftime Show telah berevolusi dari sekadar penampilan band universitas menjadi salah satu panggung hiburan terbesar di dunia. Selama beberapa dekade, pertunjukan ini melampaui sepak bola Amerika, menjelma sebagai ajang budaya global yang hanya diisi artis dengan daya jangkau internasional.
Jadwal dan Durasi Halftime Show
Super Bowl LX dijadwalkan kick-off pada Minggu (8/2) pukul 18.30 ET atau Senin (9/2) pukul 06.30 WIB di Levi’s Stadium, California. Berdasarkan alur pertandingan, Halftime Show Bad Bunny diperkirakan dimulai sekitar 20.00 ET atau 08.00 WIB dan berlangsung hingga sekitar 08.15 WIB.
Durasi Halftime Show biasanya berkisar 12–15 menit, lebih panjang dari jeda NFL standar. Jika dihitung dengan waktu transisi sebelum dan sesudah pertunjukan, segmen paruh waktu Super Bowl bisa mencapai hampir 30 menit. Seperti tradisi sebelumnya, NFL diperkirakan akan mengunggah video lengkap penampilan tersebut segera setelah pertunjukan berakhir.
Tamu Kejutan dan Aroma Latin
Meski sulit diprediksi, kehadiran special guest hampir menjadi pakem Halftime Show. Bad Bunny diyakini tidak akan tampil sendirian. Sejumlah nama besar musik Latin berpeluang muncul, mulai dari Marc Anthony, Ricky Martin, Jennifer Lopez, Wisin y Yandel, hingga Gilberto Santa Rosa.
Band Chuwi, yang kerap menemani Bad Bunny selama residensinya di San Juan, juga berpotensi naik ke panggung membawakan lagu kolaborasi mereka, Weltita. Kehadiran musisi Puerto Rico lainnya seperti Young Miko pun tak menutup kemungkinan.
Musik, Budaya, dan Politik di Atas Panggung
Super Bowl Halftime Show kerap menjadi medium penyampaian pesan sosial dan politik. Pada 2020, Jennifer Lopez menolak permintaan NFL untuk menghapus adegan anak-anak di dalam kandang yang menyinggung kebijakan imigrasi AS. Tahun 2025, Kendrick Lamar menyisipkan kritik rasial melalui karakter “Paman Sam” yang diperankan Samuel L. Jackson.
Bad Bunny sendiri dikenal vokal dalam isu politik. Ia kerap mengkritik Donald Trump, terutama terkait penanganan badai di Puerto Rico dan kebijakan imigrasi. Di Grammy Awards 2026, Bad Bunny bahkan meneriakkan “ICE out” secara terbuka dan melewati wilayah AS dalam tur terbarunya demi melindungi penggemarnya dari potensi razia imigrasi.
Trump pun tak tinggal diam. Presiden AS itu menyatakan tidak akan menghadiri Super Bowl tahun ini dan menyebut Bad Bunny sebagai “pilihan yang buruk” untuk Halftime Show.
“Bakal Jadi Pesta Besar”
Menjelang penampilannya, Bad Bunny hanya memberi sedikit bocoran soal pertunjukan yang telah lama dinanti itu.
“Bakal jadi pesta yang besar banget,” ujarnya sambil menghindari pertanyaan soal tamu kejutan atau konsep detail.
“Apa yang bisa orang-orang harapkan dari saya? Tentu saja saya ingin membawa unsur budaya saya ke atas panggung. Selebihnya, saya ingin semua orang terkejut. Pokoknya bakal seru.”
Dengan musik, identitas budaya, dan muatan politik yang melekat kuat, Halftime Show Super Bowl 2026 dipastikan menjadi salah satu pertunjukan paling dibicarakan dalam sejarah NFL.






