Bandung, Faktaindonesianews.com – Pemerintah Kota Bandung bersama Kejaksaan Negeri Kota Bandung mencetak rekor nasional dengan membagikan 52.010 Kartu Identitas Anak (KIA) secara serentak. Penyerahan dokumen penting ini berlangsung di SMP Negeri 43 Bandung, Kamis (31/7/2025), dan diklaim sebagai jumlah terbanyak di Indonesia. Saat ini, pencapaian tersebut sedang diajukan ke Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Program kolaboratif ini melibatkan lintas sektor, mulai dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Pendidikan, hingga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung. Ribuan kartu identitas resmi itu disalurkan ke anak-anak jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP.
“Kami pastikan setiap anak di Kota Bandung memiliki akta kelahiran dan KIA. Ini bukan sekadar kewajiban administratif, tapi amanat dari Undang-Undang Perlindungan Anak,” ujar Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam sambutannya.
Ia menegaskan, KIA bukan hanya dokumen, tetapi bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi identitas anak sejak dini. Dokumen tersebut juga membuka akses anak terhadap layanan pendidikan, kesehatan, hingga perbankan.
Senada dengan itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bandung, Irfan Wibowo, menekankan bahwa keterlibatan kejaksaan bukan hanya dalam bidang hukum, tetapi juga dalam perlindungan hak-hak sipil masyarakat, termasuk anak-anak.
“Kejaksaan adalah mitra strategis Pemkot. Melalui program ini, kami turut memastikan bahwa hak anak atas identitas terlindungi dan diakui secara sah oleh negara,” jelas Irfan.
Dukungan penuh juga datang dari Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, yang menilai KIA sebagai simbol pengakuan negara terhadap generasi masa depan.
“Kartu ini bukan sekadar identitas, tapi bukti bahwa anak-anak diakui sebagai warga negara. Jadikan ini semangat untuk terus belajar dan berprestasi,” ucap Asep di hadapan para siswa.
Program masif ini dinilai sebagai bagian dari reformasi tata kelola administrasi kependudukan yang efisien dan berorientasi jangka panjang. Selain mencatat rekor, Bandung menunjukkan komitmen kuat dalam membangun ekosistem perlindungan anak berbasis data dan kebijakan publik.
