Bandung Jadi Percontohan Nasional Sensus Ekonomi 2026, BPS Dorong Partisipasi Publik

Bandung Jadi Percontohan Nasional Sensus Ekonomi 2026, BPS Dorong Partisipasi Publik

Faktaindonesianews.com, Bandung Kota Bandung kembali menegaskan perannya di tingkat nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) RI resmi meluncurkan sekaligus mensosialisasikan Sensus Ekonomi 2026 di Bandung sebagai daerah pertama dan percontohan nasional.

Bandung Dipilih Jadi Best Practice Nasional

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menyebut Bandung akan menjadi best practice yang nantinya diikuti oleh daerah lain, termasuk Kabupaten Garut.

Bacaan Lainnya

“Sensus ekonomi ini bukan hanya milik BPS tetapi milik kita semua. Partisipasi aktif masyarakat akan menghasilkan data akurat yang bisa dimanfaatkan untuk kebijakan dan pembangunan,” ujar Amalia dalam sosialisasi di Balai Kota Bandung, Kamis (23/4/2026).

Pentingnya Sensus di Era Ekonomi Digital

Amalia menegaskan, sensus yang digelar setiap 10 tahun sekali ini menjadi krusial, terutama untuk menangkap perubahan struktur ekonomi pascapandemi COVID-19.

Perkembangan ekonomi digital menjadi salah satu fokus utama. Aktivitas seperti e-commerce, layanan berbasis aplikasi, hingga model bisnis digital kini semakin dominan dan perlu didata secara komprehensif.

Data Lama Dinilai Tak Lagi Relevan

Mengacu pada hasil Sensus Ekonomi 2016, wilayah Jawa Barat didominasi usaha mikro kecil (UMK) dengan sekitar 4,5 juta unit usaha. Namun, data tersebut kini dianggap tidak lagi mencerminkan kondisi terkini.

“Banyak aktivitas ekonomi baru yang sebelumnya tidak ada, seperti perdagangan online, bank emas hingga ekonomi hijau. Semua itu akan kami potret dalam Sensus Ekonomi 2026,” jelasnya.

Metode Modern, Jamin Keamanan Data

Pelaksanaan sensus akan mencakup seluruh aktivitas usaha, baik fisik maupun digital, mulai dari skala rumahan hingga perusahaan besar.

BPS menerapkan tiga metode pengumpulan data:

  • Pengisian mandiri secara online
  • Wawancara langsung oleh petugas
  • Kuesioner digital berbasis gadget

Untuk menjamin keamanan, setiap petugas dilengkapi identitas resmi dan QR Code, serta sistem enkripsi untuk melindungi data responden.

Pemkot Bandung Siap Dukung Penuh

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyambut baik peluncuran sensus ini. Ia menegaskan bahwa data statistik menjadi fondasi utama dalam kebijakan publik.

“Setiap kebijakan harus berbasis data. Dengan data yang akurat kita bisa memastikan program yang dijalankan benar-benar tepat dan terukur,” ujarnya.

Farhan juga menyoroti posisi Bandung sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital di Jawa Barat. Pemkot telah memiliki program Layanan Catatan Informasi hingga tingkat RW (LACI RW) untuk mendukung integrasi data dengan BPS.

Menuju Data Akurat untuk Pembangunan

Pemkot Bandung memastikan komitmen penuh dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Targetnya adalah menghadirkan data yang mutakhir, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Data statistik harus menjadi landasan menuju Bandung yang unggul, Jawa Barat istimewa dan Indonesia maju,” tutup Farhan.

Pos terkait