Bogor, Faktaindonesianews.com— Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menegaskan komitmennya dalam mendukung program nasional Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, secara langsung menghadiri rapat terbatas (ratas) yang membahas kesiapan daerah dalam pengembangan proyek tersebut di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (17/7/2025).
Rapat penting ini dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, serta dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.
Salah satu poin utama dalam agenda adalah revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018, yang akan mencakup 33 daerah prioritas, termasuk Kota Bogor.
“Pemkot Bogor siap mendukung program nasional ini. Kami bahkan sudah merancang kerja sama dengan Pemkab Bogor untuk memanfaatkan lahan di Galuga sebagai lokasi pengelolaan sampah berbasis energi,” ujar Dedie Rachim dalam keterangannya usai rapat.
Proyek PSEL menjadi salah satu andalan pemerintah pusat dalam menangani persoalan sampah sekaligus mendorong transformasi energi bersih.
Dalam Rakornas Pengelolaan Sampah 2025, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol menegaskan bahwa isu sampah merupakan tantangan serius baik secara nasional maupun global.
“Presiden Prabowo telah menginstruksikan percepatan kerja sama antara pusat dan daerah, sejalan dengan amanat UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah,” tegas Hanif.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pemerintah menargetkan penyelesaian menyeluruh atas persoalan sampah paling lambat pada tahun 2029, sebagaimana tercantum dalam RPJMN 2025–2029.
Pemerintah juga mendorong pengembangan inovasi energi terbarukan melalui konversi sampah menjadi listrik sebagai bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan.
Dengan bergabungnya Kota Bogor dalam daftar 33 daerah prioritas, langkah konkret melalui sinergi lintas daerah dan kementerian diharapkan dapat mempercepat terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, efisien, dan berorientasi pada energi bersih.
inisiatif ini bukan hanya sekadar menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga menjadi tonggak dalam pembangunan ekonomi hijau.
Kota Bogor pun bertekad menjadi salah satu pionir keberhasilan transformasi energi dari sampah untuk masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.






