Faktaindonesianews.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penyaluran pembiayaan yang berorientasi pada aspek sosial dan lingkungan. Di tengah meningkatnya perhatian global terhadap transisi menuju ekonomi hijau dan inklusif, BRI mengambil peran strategis dengan memperluas pembiayaan berkelanjutan atau sustainability financing di berbagai sektor usaha.
Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) serta mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan dan berkeadilan sosial.
Hingga akhir Desember 2025, portofolio sustainable loans BRI tercatat mencapai Rp811,9 triliun atau setara dengan 60,5 persen dari total portofolio pinjaman BRI. Angka tersebut menunjukkan bahwa prinsip keberlanjutan kini menjadi bagian penting dalam strategi bisnis jangka panjang perseroan.
Dari total pembiayaan berkelanjutan tersebut, mayoritas disalurkan melalui portofolio social loans yang mencapai Rp718,7 triliun. Pembiayaan ini diarahkan untuk mendukung sektor mikro, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta pembiayaan perumahan bersubsidi bagi masyarakat.
Melalui pembiayaan sosial tersebut, BRI berupaya memperluas akses layanan keuangan kepada masyarakat, menciptakan kesempatan ekonomi yang lebih merata, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah Indonesia.
Selain fokus pada pembiayaan sosial, BRI juga terus memperkuat penyaluran green loans atau pembiayaan hijau. Hingga Desember 2025, portofolio green loans BRI tercatat sebesar Rp93,2 triliun yang disalurkan ke berbagai proyek ramah lingkungan.
Pembiayaan hijau tersebut mencakup sektor energi terbarukan, efisiensi energi, transportasi hijau, pengelolaan lahan berkelanjutan, green building, pengendalian polusi, hingga pengembangan produk ramah lingkungan lainnya. Langkah ini menjadi bagian dari dukungan BRI terhadap agenda transisi menuju ekonomi rendah karbon dan pembangunan yang lebih berkelanjutan.
Tidak hanya dari sisi pembiayaan, BRI juga aktif memperkuat sumber pendanaan berkelanjutan melalui pengembangan Sustainable Wholesale Funding. Hingga akhir 2025, nilai pendanaan berkelanjutan BRI tercatat mencapai Rp45,6 triliun.
Direktur Network & Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto menyampaikan bahwa prinsip keberlanjutan kini telah terintegrasi dalam strategi bisnis jangka panjang perusahaan. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat model bisnis BRI agar tetap tangguh di tengah dinamika ekonomi global.
Ia menjelaskan bahwa keberlanjutan tidak lagi sekadar menjadi bagian dari kepatuhan terhadap regulasi, tetapi sudah menjadi strategi utama dalam menciptakan pertumbuhan bisnis yang sehat dan bertanggung jawab.
BRI juga menilai bahwa integrasi prinsip sustainability mampu memperkuat ketahanan bisnis perusahaan sekaligus memperluas akses pembiayaan yang lebih bertanggung jawab bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Komitmen BRI dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) turut mendapatkan pengakuan dari berbagai lembaga pemeringkat internasional. Pada Corporate Sustainability Assessment (CSA) 2025 yang dilakukan oleh S&P Global, BRI berhasil meraih skor 74 dari 100.
Tak hanya itu, BRI juga tercatat sebagai anggota Sustainability Yearbook Member selama empat tahun berturut-turut pada periode 2023 hingga 2026. Selain itu, lembaga pemeringkat Sustainalytics menempatkan BRI dalam kategori Low ESG Risk, sementara MSCI memberikan peringkat A atas implementasi ESG perseroan.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa transformasi keberlanjutan yang dilakukan BRI tidak hanya berdampak pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperkuat posisi perusahaan sebagai institusi keuangan yang peduli terhadap lingkungan dan kesejahteraan sosial.






