Faktaindonesianews.com, Ciamis – Pemerintah Kabupaten Ciamis menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, saat menjawab pandangan umum fraksi DPRD dalam rapat paripurna LKPJ Tahun Anggaran 2025, yang digelar di Gedung DPRD Ciamis, Jumat (27/03/2026).
Dalam pidatonya, Herdiat menekankan bahwa pembangunan bukan sekadar capaian angka, melainkan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menyebut efisiensi anggaran sebagai langkah strategis menghadapi tantangan ekonomi dan sosial yang semakin kompleks.
Pangkas Anggaran Seremonial, Prioritaskan Pelayanan Publik
Salah satu kebijakan utama yang disorot adalah rencana rasionalisasi anggaran. Pemerintah daerah akan memangkas belanja yang dinilai tidak berdampak langsung, seperti perjalanan dinas, honorarium, hingga kegiatan seremonial.
“Langkah ini adalah wujud nyata pengelolaan anggaran yang bertanggung jawab. Kita perbesar ruang fiskal untuk belanja modal yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi jangka panjang,” tegas Herdiat.
Kebijakan ini diharapkan mampu mengalihkan anggaran ke sektor yang lebih produktif, terutama untuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan publik.
Program MBG Dorong Ekonomi Lokal
Menanggapi program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemkab Ciamis memilih tidak sekadar menjadi pelaksana. Herdiat menegaskan program ini akan dimanfaatkan sebagai pengungkit ekonomi daerah.
Pemerintah berencana mengintegrasikan kebutuhan bahan pangan dari sektor pertanian, peternakan, dan UMKM lokal. Dengan strategi ini, program MBG tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ekonomi warga Ciamis.
Tekan Pengangguran dan Perkuat Fiskal Daerah
Dalam aspek ketenagakerjaan, Herdiat mengakui adanya tantangan serius, seperti migrasi tenaga kerja dan menurunnya serapan di sektor pertanian. Untuk itu, pemerintah akan fokus meningkatkan kompetensi masyarakat agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.
Selain itu, Pemkab Ciamis juga menargetkan kemandirian fiskal dengan mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat. Upaya ini dilakukan melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta peningkatan kepatuhan pajak yang berkeadilan.
Fondasi RPJMD 2025-2029
Menutup penyampaiannya, Herdiat menegaskan bahwa tahun 2025 merupakan titik awal pelaksanaan RPJMD 2025-2029. Ia menyebut fondasi yang dibangun saat ini akan menentukan arah pembangunan Ciamis ke depan.
“Dengan kebersamaan yang kita bangun hari ini, saya yakin setiap tantangan dapat kita ubah menjadi kekuatan untuk mewujudkan Ciamis yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.






